Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tantangan Budaya Bermedia Digital di Era Internet

Tantangan Budaya Bermedia Digital di Era Internet Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mengaburnya wawasan kebangsaan serta menipisnya kesopanan dan kesantunan menjadi tantangan budaya bermedia digital. Bukan hanya itu, media digital kini justru menjadi panggung bagi budaya asing sehingga ada kekhawatiran menghilangnya nilai-nilai budaya Indonesia. 

"Padahal orang Indonesia itu banyak lho di dunia digital. Pengguna nomor enam sedunia. Seharusnya kita yang jadi rajanya, seharusnya kita yang menguasai budaya di ruang digital," kata Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Swiss German University, Loina Lalolo saat webinar Literasi Digital wilayah Magetan, Jawa Timur pada Sabtu (25/6/2022) dalam keterangan tertulis yang diterima.

Baca Juga: Membedakan Fakta dengan Hoaks, Menjadi Etis di Media Digital

Berbagai faktor menjadi penyebabnya, seperti minimnya pengetahuan akan hak-hak digital, kebebasan berekspresi yang kebablasan. Termasuk berkurangnya toleransi dan penghargaan akan perbedaan. Juga menghilangnya batas-batas privasi, kemudian Pelanggaran Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual (HAKI). 

Lebih lanjut, dampak dari rendahnya budaya bermedia digital adalah tidak mampu memahami batasan kebebasan berekspresi dengan perundungan siber, ujaran kebencian, pencemaran nama baik, atau provokasi yang mengarah pada perpecahan. Kemudian tidak mampu membedakan keterbukaan informasi publik dengan melanggar privasi di ruang digital. Serta tidak mampu menelaah informasi yang beredar hingga rentan terkena paparan hoaks atau berita palsu.

Oleh karena itu diperlukan pemahaman akan literasi digital serta wawasan kebangsaan terkait perkembangan dunia digital. Sebab semakin masif penggunaannya juga memerlukan ketelitian untuk menyerap informasi yang ada di internet serta memahami batasan serta etika apa yang boleh dan tidak dibagikan di media sosial.

Baca Juga: Literasi Digital Indonesia Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan

Selain persoalan etika yang harus dipahami setiap pengguna, media digital yang sesuai aturan juga akan meminimalisir terkena dampak negatifnya. Termasuk terhindar dari penipuan siber dan perundungan di dunia maya. 

Webinar makin cakap digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kota Magetan, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Siber Kreasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama, di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. 

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Swiss German University, Loina Lalolo dan Direktur PT Cipta Manusia Indonesia, Ismita Putri, serta Ketua Relawan TIK Jember, Erlina Dwi Nahzdifa.

Baca Juga: Kompolnas Turun ke Lapangan Demi Supervisi Penanganan Tragedi Kanjuruhan, Alvin Lie: Percuma! Tidak Ada Lagi yang Percaya

Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: