Kredit Foto: Istimewa
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, mengungkapkan sektor digital merupakan salah satu sumber dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sektor ini telah berkontribusi nyata terhadap penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan nilai tambah melalui konten digital, gim, animasi, desain, hingga platform ekonomi kreatif berbasis teknologi yang telah tumbuh pesat.
Baca Juga: Purbaya Beri Pengumuman Bagi Produsen Rokok Ilegal
Ini disampaikan Deputi Ali pada Pembukaan “Pelatihan Gig Economy bagi Gen Z”, di Kabupaten Sleman, Provisi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (15/1/2026).
“Jadi digital ini adalah sektor pertumbuhan yang saat ini kita bisa jalan bersama. Jadi Pak Menko Airlangga itu sudah merancang tiga sumber pertumbuhan yang dapat dan sudah terbukti melewati pertumbuhan konvensional. Sektor digital, khususnya di AI nanti itu, bisa menyumbang pertumbuhan sampai 20% untuk suatu kemajuan perekonomian,” jelasnya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Selasa (20/1).
Saat ini, Indonesia sedang menikmati bonus demografi di mana Gen Z yang berjumlah lebih dari 74 juta jiwa mendominasi populasi usia produktif.
Namun, tantangan muncul seiring masih terbatasnya ketersediaan lapangan kerja formal, ketidaksesuaian antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri, serta pesatnya perubahan teknologi yang menuntut keterampilan baru.
Kondisi ini menuntut adanya strategi adaptif dan inovatif agar potensi besar Gen Z dapat dioptimalkan secara produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, Pemerintah sudah merumuskan Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) 2025 yang mengakselerasi empat program hingga 2026, serta lima program penyerapan tenaga kerja.
Salah satu program unggulan adalah Penguatan Ekosistem Gig Economy yang menyasar Gen Z, dengan pilot project di DKI Jakarta pada 18 Desember 2025 yang bersamaan dengan Soft Launching AI Open Innovation Challenge yang akan diluncurkan pada pertengahan Februari 2026.
“Ini sudah semakin modern, semakin virtual juga bisa kita lakukan nanti. Jadi dengan adanya model-model gig seperti ini, harapan kita ini akan ditargetkan di 15 kota. Kita targetkan sebanyak 3 ribu peserta dalam 1 bulan, sementara kalau tadi 300 peserta dalam satu term,” ungkap Deputi Ali.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement