Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Israel National Defense College akan Jadi Tujuan Baru Perwira Militer UEA

Israel National Defense College akan Jadi Tujuan Baru Perwira Militer UEA Kredit Foto: Instagram/State of Israel
Warta Ekonomi, Manama -

Perwira militer senior Uni Emirat Arab (UEA) akan bergabung dengan Israel National Defense College tahun depan. Mereka akan berlatih di bawah militer Israel selama 10 bulan.

Anggota militer UEA lulusan Sekolah Tinggi Keamanan Nasional di Emirates, yang dijalankan sesuai dengan kurikulum Amerika, mendaftar di Israel National Defense College setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden UEA, Mohammed Bin Zayed.

Baca Juga: Nasib Iran di Ujung Tebing Ketika Amerika, Israel dan Negara-negara Arab Berkongsi

Seorang pejabat keamanan Israel mengatakan, latihan ini merupakan bagian dari kerja sama keamanan dan regional.

Dilansir Middle East Monitor, Selasa (28/6/2022), kesepakatan itu terjadi ketika diplomat Amerika Serikat (AS), Israel, dan empat negara Arab bertemu hari ini di Ibu Kota Bahrain, Manama, untuk membahas kerja sama lebih lanjut.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperdalam kerja sama di beberapa bidang, antara lain air, pariwisata, kesehatan, energi, pangan, dan ketahanan kawasan.

Kerja sama tersebut juga mencakup keprihatinan bersama atas ambisi nuklir Iran dan dialog atas masalah pendudukan tanah Palestina yang belum terselesaikan.

Pada September 2020, UEA dan Israel menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan di bawah Kesepakatan Abraham yang ditengahi AS.

Sejak itu, keduanya telah bertukar kunjungan resmi oleh pejabat senior dan menandatangani puluhan perjanjian bilateral di berbagai bidang, termasuk investasi, layanan perbankan, dan pariwisata.

Tiga negara Arab lainnya yaitu Bahrain, Maroko dan Sudan juga melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Kesepakatan normalisasi telah menarik kecaman luas dari Palestina.

Para pemimpin Palestina mengatakan Kesepakatan Abraham mengabaikan hak-hak mereka dan tidak mendukung tujuan Palestina untuk membentuk negara merdeka.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan