Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pendapatan Mitra Melesat, Bukalapak Cetak Revenue Rp788 Miliar dalam Tiga Bulan

Pendapatan Mitra Melesat, Bukalapak Cetak Revenue Rp788 Miliar dalam Tiga Bulan Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyatakan bahwa dalam tiga bulan pertama tahun 2022 ini perseroan telah mengantongi pendapatan sebesar Rp788 miliar meningkat 86% dari Rp423 juta di tahun 2021. 

Kontribusi pendapatan pendapatan mitra Bukalapak melesat hingga sebesar 227% menjadi Rp472 miliar dari Rp144 miliar di kuartal I 2021. Sementara, pendapatan marketplace meski tersali namun tetap tumbuh sebesar 15% menjadi Rp293 miliar dari Rp255 miliar. 

Capaian pendapatan perseroan di kuartal I tersebut sebesar 29% dari target perusahaan di sepanjang tahun 2022 yang senilai Rp3 triliun. Angka tersebut meningkat 61% dibandingkan capaian 2021 Rp1,86 triliun. 

Baca Juga: Konglomerasi Grup Emtek Borong Saham Bukalapak Senilai Rp229 Miliar, Ternyata untuk Tujuan Ini Lho!

“Fokus kami saat ini adalah membawa bisnis Bukalapak ke arah profitability. Untuk itu, kami terus berupaya menumbuhkan pendapatan atau revenue, salah satunya dengan melengkapi infrastruktur-infrastruktur yang dibutuhkan oleh core business kami,” kata Teddy Oetomo, Direktur PT Bukalapak.com, Tbk, di Jakarta, Rabu (29/6/2022). 

Ia mengungkapkan bila Bukalapak juga mengalami penguatan kinerja dengan pertumbuhan Total Processing Value (TPV) sebesar 25% menjadi Rp34,11 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya Rp27,33 triliun. 

Menilik target TPV perseroan di tahun ini berharap akan tumbuh 47% dari Rp122,61 triliun menjadi sebesar Rp180 triliun, menunjukan bila capaian dikuartal I sebesar 19%. 

“Melalui Mitra Bukalapak, kami terus memberdayakan dan mendorong digitalisasi warung di seluruh Indonesia. Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan Perseroan, di mana TPV Mitra pada kuartal pertama 2022 tumbuh sebesar 78%. Sementara itu, pendapatan Mitra pada kuartal pertama tahun 2022 meningkat sebesar 227%,” ucap Teddy. 

Baca Juga: Bukalapak Bersama Grab Indonesia dan Emtek Lanjutkan Program Kota Masa Depan

Lebih lanjut Teddy memperkirakan bila Ebitda yang disesuaikan  perseroan  hingga akhir tahun akan minus sebesar Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun. Di mana, hingga kuartal I Ebitda yang disesuaikan perseroan minus Rp372 miliar. 

Namun, Bukalapak pada kuartal I 2022 ini berhasil mencatatkan laba operasional sebesar Rp14,42 triliun pada meningkat hingga 4.497% dari rugi Rp328 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut disperoleh perseroan dari laba investasi atas PT Allo Bank Tbk. Alhasil, Bukalapak mengantongi laba bersih sebesar Rp14,54 triliun hingga Maret 2022.

“Ke depannya, perihal investasi secara umum, kas perusahaan yang kami sadari cukup besar harus dipergunakan secara efisien dan bijak sehingga dapat terus menunjang kebutuhan bisnis utama kami dan membawa EBITDA yang disesuaikan ke arah yang positif”, tutup Teddy. 

Baca Juga: BNI Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa di Tapanuli Utara

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: