Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Blak-blakan, DPRD DKI Skakmat Pihak Holywings: Sombong Kalian! Tidak Layak Duduk di Sini

Blak-blakan, DPRD DKI Skakmat Pihak Holywings: Sombong Kalian! Tidak Layak Duduk di Sini Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menganggap Holywings sombong karena melanggar peraturan berkali-kali.

Gilbert menyatakan Holywings seringkali tak mematuhi peraturan yang ada, termasuk saat masa pandemi covid-19. Dia mengungkapkan saat covid-19 lagi naik, pihak Holywings tetap berkumpul membuat masalah.

"Menurut saya, sombong kalian karena tidak peduli dengan aturan yang berlaku," ucap dia di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2022). 

Baca Juga: Pemkab Tangerang Ikutan Tutup Holywings: Sangat Mengganggu Ketertiban Umum!

Gilbert menyebut pihak Holywings tidak layak untuk hadir dalam rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta yang digelar Rabu (29/6/2022).

"Sebenarnya Kamu tidak layak duduk di sini. Ini pelecehan," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai pihak Holywings telah merusak Indonesia. "Jadi, serba susah dampak dari tindakan kalian sebenarnya. Menurut saya, negara punya hak untuk menghukum kamu," terangnya. 

Baca Juga: Digulung Anies Baswedan, Ustaz Ini Gak Setuju Holywings Ditutup, Alasannya Menohok!

Di sisi lain, General Manager Project Company Holywings Indonesia Yuli Setiawan mengakui pihaknya kecolongan dengan tindakan oknum tim media sosial yang mempromosikan minuman bernama Muhammad dan Maria.

Yuli menyebut pihak manajemen HW tidak pernah mengetahui sebelumnya soal promosi minuman tersebut. Dia menyatakan Holywings Indonesia merasa sangat dirugikan oleh tindakan tim promosi. 

Seperti diketahui, 12 gerai Holywings disegel Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seusai minuman Muhammad dan Maria viral di media sosial. Penamaan minuman tersebut dianggap mengandung unsur SARA. Akibatnya, banyak organisasi yang mendesak Holywings ditutup.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan