Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

PLN Serap Sampah Kota Cilegon untuk Diolah Jadi Bahan Bakar Co-firing PLTU Suralaya

PLN Serap Sampah Kota Cilegon untuk Diolah Jadi Bahan Bakar Co-firing PLTU Suralaya Kredit Foto: PLN
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mengatasi permasalahan sampah yang cukup besar, PT PLN (Persero) turut membantu pemerintah dengan cara mengolahnya menjadi biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). 

Hal tersebut dilakukan dengan cara menggandeng Pemerintah Kota Cilegon untuk membangun industri biomassa yang berasal dari sampah kota. 

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan Indonesia sebagai negara agraris mempunyai potensi pengembangan biomassa yang besar. 

Baca Juga: Ubah Energi Kotor Jadi Energi Bersih, PLN Bangun ALMA di Pelabuhan ASDP 

Selain itu, pemanfaatan biomassa tersebut juga bukan hanya berasal dari tanaman energi saja, tetapi juga dari pengelolaan sampah kota.

"Langkah PLN dalam mengajak semua pihak dalam hal ini terutama stakeholder Pemda untuk terlibat langsung dalam pengelolaan biomassa harus terus didukung," ujar Dadan dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (1/7/2022).

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan PLN sebagai BUMN tak hanya berkewajiban menghadirkan listrik yang bersih dan andal. 

Darmawan menyebut, kerja sama pengelolaan sampah ini sebagai wujud tanggung jawab sosial PLN dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

"Saat ini sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Namun PLN punya solusi untuk bisa setidaknya bisa mengurangi beban sampah ini dengan mengolahnya menjadi sumber energi," ujar Darmawan. 

Darmawan mengatakan, PLN bersama Pemkot Cilegon akan membangun siteplant pengolahan sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP).

Sampah yang diolah mencapai 30 ton per hari dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bagendeung Cilegon ini nantinya akan diolah menjadi biomassa untuk kebutuhan co-firing PLTU Suralaya.

Dengan jaminan pasokan biomassa dari program pengelolaan sampah ini, maka PLN sekaligus bisa mewujudkan dua tujuan. Pertama, mengelola sampah kota. Kedua, menciptakan listrik berbasis energi bersih dan sumber daya domestik untuk mengejar target carbon neutral di 2060. 

Baca Juga: Perluas Kesempatan Kerja, Citi Indonesia Alokasikan Hibah Rp 12 Miliar

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: