Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

PKB dan Gerindra Makin Mesra, Bagaimana Nasib PKS, Ditinggal?

PKB dan Gerindra Makin Mesra, Bagaimana Nasib PKS, Ditinggal? Kredit Foto: MPR
Warta Ekonomi -

Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid atau HNW menyebut komunikasi politik antarpartai masih terus dilakukan menjelang Pilpres 2024.

HNW juga tidak merasa PKS ditinggal parpol mana pun dalam upaya mencari rekan koalisi, termasuk oleh PKB.

Hal itu dikatakan HNW menyikapi kemesraan yang dipertontonkan PKB dengan Gerindra beberapa waktu belakangan ini.

Kemesraan parpol pimpinan Muhaimin Iskandar dengan Gerindra terjalin setelah PKB berencana membentuk Koalisi Semut Merah bersama PKS. Baca Juga: Gerindra-PKB Makin Lengket, Partai Lain yang Mau Bergabung Silakan Saja

“Ini bukan tinggal atau ditinggalkan, ya, ini semuanya komunikasi politik yang dilakukan terus menerus dan itu, kan, belum selesai,” kata HNW di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan pada Sabtu (2/6).

Lagi pula, HNW mengklaim poros PKB dan Gerindra sudah mengajak parpolnya bergabung sehingga dirinya merasa PKS tidak ditinggal.

Wakil ketua MPR RI itu juga mengungkap tawaran dari NasDem kepada PKS untuk membuat poros politik di Pilpres 2024.

Selain itu, PKS juga ditawari bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bentukan Golkar, PAN, dan PPP.

“PKB dengan Gerindra juga masih jalan, dan bahkan mereka juga mengajak, kan. KIB juga mengajak, NasDem juga mengajak, ya, semuanya saling mengajak,” tutur HNW.

Menurut dia, partainya belum menjawab satu pun semua ajakan bergabung dari partai atau poros koalisi.

Sebab, PKS masih menimbang ajakan-ajakan itu dan disesuaikan dengan visi parpol.

Di sisi lain, HNW menilai waktu pendaftaran bagi partai untuk mengusung Capres-Cawapres 2024 belum dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU). Baca Juga: Praktik Politik Identitas Nempel Banget di Anies, Pembelaan PKS Keras

“Jadi, jangan juga dipaksa untuk bersegera, ibarat orang mau nikah, kalau belum selesai masa taarufnya, jangan dipaksa-paksa, biarlah semuanya berjalan secara natural,” ucapnya.

HNW justru mengatakan semua ajakan dari beberapa partai dan sebuah poros koalisi pada prinsipnya demi membawa wajah perpolitikan jauh dari polarisasi.

 

“Posisikan ini semuanya adalah proses dan mekanisme yang dilakukan parpol untuk pada ujungnya, ya, kami ingin mengakhiri politik segregasi dan pembelahan,” ungkap alumnus Ponpes Modern Darussalam Gontor itu.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Fajar Sulaiman

Bagikan Artikel:

Video Pilihan