Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengamat Sebut Megawati Berikan Warning yang Nggak Main-main ke Ganjar Pranowo Gegara Hal Ini, Simak!

Pengamat Sebut Megawati Berikan Warning yang Nggak Main-main ke Ganjar Pranowo Gegara Hal Ini, Simak! Kredit Foto: Instagram/Ganjar Pranowo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nama Ganjar Pranowo menjadi sorotan karena tak jarang saat ini sedang bermanuver melakukan gerakan politik di luar PDIP.

Pengamat politik Zaki Mubarak mengomentari soal tiga nama kader PDIP yang dinilai memiliki kriteria untuk maju pada Pilpres 2024.

Tiga nama yang disebutkan adalah Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Sosial Tri Rismaharani.

Zaki menilai dengan tiga nama kader, Ketum PDIP Megawati memberikan ancaman dibalik citra inklusif dan terbuka itu.

"Dia secara eksplisit menebar ancaman yang ditujukan ke Ganjar," ujar Zaki dilansir dari GenPI.co, Jumat (1/7).

Menurutnya, ancaman Megawati itu supaya Ganjar tidak berdiri dua kaki.

"Dan mengultimatum akan memecat siapa pun yang melanggar garis parpol," tegasnya.

Baca Juga: Duet Anies Baswedan dan AHY Disebut Sudah Okey, Analisis Refly Harun Singgung Pihak yang Masih “Berhitung”, Simak!

Menurut akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu, hal tersebut merupakan kebijakan politik tongkat besi alias politics of iron stick yang dinilai paling keras selama ini.

"Sasaran utamanya jelas Pak Ganjar," ucapnya.

Zaki menjelaskan, inti dari pernyaatan Megawati adalah melarang adanya deklarasi-deklarasi capres, yang selama ini aktif dilakukan pendukung Ganjar Pranowo.

"Dia akan memberi sanksi bagi siapa pun kader PDIP yang terlibat," lanjut Zaki.

Maka dari itu, Zaki menyimpulkan pesan di balik setiap ungkapan Megawati adalah semuanya harus menunggu dan wajib mengikuti keputusannya soal pencapresan. (*)

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan