Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sulit Betul Jadi Anies Baswedan... Orang Ini Sebut Penutupan Holywings oleh Anies Cenderung Agresif

Sulit Betul Jadi Anies Baswedan... Orang Ini Sebut Penutupan Holywings oleh Anies Cenderung Agresif Kredit Foto: Instagram/Anies Baswedan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penutupan Holywings oleh Anies Baswedan mendapat sorotan publik, banyak yang mengapresiasi, tak sedikit juga yang mempertanyakan.

Hal ini juga dikomentari oleh Pengamat Politik Boni Hargens yang mengaitkan Pilpres 2024 diduga akan diwarnai politik identitas agama.

Hal tersebut, menurutnya tergambar dari langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menutup 12 gerai Holywings di Indonesia.

Seperti diketahui, penutupan tersebut dilaksanakan beberapa waktu setelah Holywings terlibat kontroversi dugaan penistaan agama.

“Reaksi Anies Baswedan (menutup Holywings, red) begitu antusias dan cendrung agresif,” ujar Boni Hargens dilansir dari GenPI.co, Selasa (5/7).

Dirinya lantas menilai langkah tersebut terkesan menguntungkan Anies Baswedan.

“Isu Hollywings itu untuk memperkuat kuda-kuda di barisan terdepan massa politik populis sayap kanan,” tuturnya.

Baca Juga: PDIP Disebut Tidak Lagi Menguntungkan Soal Pilpres, Ganjar Pranowo Bisa “Melawan” Balik? Analisis Rocky Gerung Nggak Main-main, Simak!

Boni Hargens juga menilai Anies Baswedan seakan-akan menjadi pahlawan bagi kelompok yang mengusung perjuangan politik dengan dalil agama.

“Itu masalah yang menjadikan isu Hollywings sebagai kuda troya bagi para pengusung politik identitas,” kata Boni.

Oleh sebab itu, menurutnya, kasus tersebut seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum.

“Tidak perlu digoreng di panggung politik, masalahnya tak akan membawa efek samping yang seberbahaya sekarang,” tandas Boni Hargens. (*)

Baca Juga: Meski Premi Turun, Imbal Hasil Investasi Asuransi Jiwa Terus Melaju Positif

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: