Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Cuan! Pemegang Saham Summarecon Bakal Ketiban Rezeki Hingga Rp99 Miliar

Cuan! Pemegang Saham Summarecon Bakal Ketiban Rezeki Hingga Rp99 Miliar Kredit Foto: Agus Aryanto

President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi mengatakan bila untuk mempertahankan operasi bisnis perusahaan menghadirkan desain produk yang mengadaptasi kebutuhan gaya hidup masyarakat, memberikan layanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, juga pemasaran produk dengan penawaran skema pembayaran yang lebih ringan dan tingkat suku bunga kredit yang relatif rendah. Hal ini membuat produk properti Summarecon semakin menarik dan lebih terjangkau bagi masyarakat. 

“Dengan penerapan berbagai strategi ini, sepanjang tahun 2021 perusahaan berhasil mencatat angka pra-penjualan sebesar Rp5,2 triliun atau 30% di atas target Rp4 triliun dan 58% di atas pencapaian tahun 2020 sebesar Rp3,3 triliun. Hal ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan ”, demikian lanjut Adrianto. 

Di mana, unit usaha pengembangan properti mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,14 triliun, meningkat Rp478 miliar atau 13% dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp3,67 triliun. Pengembangan Properti masih merupakan unit usaha terbesar Perseroan dengan kontribusi sebesar 75% dari total pendapatan perusahaan. 

Baca Juga: Mau Beli Atau Jual Properti Second? Berikut Tips dari Pinhome!

Pendapatan pada unit bisnis ini didominasi oleh segmen perumahan, yaitu sebesar 66% dari total pendapatan Pengembangan Properti, yang mengalami peningkatan sebesar Rp732 miliar (37%), dengan total menjadi Rp2.723 miliar. Penjualan apartemen memberikan kontribusi 17% dari pendapatan Unit Pengembangan Properti. Summarecon Serpong menjadi penyumbang pendapatan tertinggi dengan Rp2,24 miliar (54%). 

Sementara, unit investasi dan manajemen properti selama masa pandemi beroperasi di bawah kapasitas karena adanya  investasi dan manajemen properti berhasil meningkatkan pendapatan sebesar Rp24 miliar (3%) menjadi Rp918 miliar, atau menyumbang 16% dari total pendapatan perusahaan. Bisnis pusat perbelanjaan dan properti ritel memberikan kontribusi sebesar 91% dari pendapatan unit investasi dan manajemen properti.

Baca Juga: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Jakarta Timur, APLN Lakukan Groundbreaking Bukit Podomoro

Meski tidak dapat beroperasi sepenuhnya, pusat perbelanjaan masih berhasil mempertahankan tingkat hunian lebih dari 90%. Summarecon Mall Kelapa Gading menyumbang 46% dari pendapatan segmen bisnis ini sementara Serpong dan Bekasi masing-masing menyumbang 30% dan 22%. 

Sementara, unit usaha klub olahraga, hotel, dan manajemen properti dan layanan lain-lain yang tercakup dalam unit usaha ini memiliki pendapatan meningkat sebesar Rp36 miliar (8%), yaitu menjadi Rp502 miliar dan secara kolektif menyumbang 8% dari Total Pendapatan tahun berjalan. 

Untuk tahun 2022, Adrianto menjuturkan meskipun kasus pandemi relatif melandai, namun masih perlu diwaspadai. “Pandemi yang masih berlangsung dan konflik global akan berdampak negatif pada pemulihan ekonomi dunia, karena terganggunya rantai pasokan global. Di tengah berbagai krisis yang melanda, Summarecon tetap berupaya memegang komitmen untuk berkontribusi membangun negeri melalui produk-produk berkualitas yang memberikan kepuasan pelanggan serta meningkatkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” tutupnya.

Baca Juga: Dituduh Dendam ke Jokowi, Rizal Ramli Jawab Santai: Ngapain Mesti Dendam? Ndak Mutu Amat

Halaman:

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: