Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Siap-Siap! Duet Maut Puan-AHY Bisa Bikin Kejutan di Pilpres 2024, Tapi Kalau...

Siap-Siap! Duet Maut Puan-AHY Bisa Bikin Kejutan di Pilpres 2024, Tapi Kalau... Kredit Foto: Instagram/Agus Harimurti Yudhoyono
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peluang Partai Demokrat berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pilpres 2024 dinilai kecil sekali oleh Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie.

Jerry berpandangan, sejarah kelam antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi salah satu penyebabnya. Namun, Jerry yakin apabila Megawati merestui maka koalisi Partai Demokrat-PDIP pasti terjadi.

Baca Juga: Survei Cawapres Terbaru, Bukan Sandiaga Uno Atau Puan Maharani, Siapa Sangka Sosok Ini Juaranya

"Saya pikir PDIP-Demokrat tak menutup kemungkinan, jadi tidaknya dua partai ini berkoalisi ada di tangan Megawati," kata Jerry saat dihubungi AKURAT.CO, Kamis (14/7/2022).

Bukan rahasia umum Megawati dan SBY kurang harmonis. Hubungan keduanya disinyalir renggang sejak Pilpres 2004. Di mana Megawati sebagai petahana kalah sehingga SBY yang menggantikan posisinya di kursi RI 1.

Meski begitu, Jerry yakin dinamika politik akan menggerus ego masing-masing personal. Sebab, kini semua partai politik berlomba-lomba mencari koalisi terbaik. Sekarang ada Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang berisi Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Pembangunan, kemudian mencuat wacana koalisi antara Partai Keadilan Sejahtera dengan Partai Nasional Demokrasi (NasDem),

"Bagi saya gunakan politik cair segala sesuatu dapat terjadi diawali dengan komunikasi yang baik dan intens," ujarnya.

Baca Juga: Akusisi Axle Asia, Bolttech Siap Perkuat Bisnis Asuransi di Indonesia

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Adrial Akbar

Advertisement

Bagikan Artikel: