Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Masifnya Penggunaan Internet Memunculkan Tantangan Budaya Digital

Masifnya Penggunaan Internet Memunculkan Tantangan Budaya Digital Kredit Foto: Unsplash/freestocks
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pandemi dua tahun terakhir membawa masyarakat pada gerbang era transformasi digital, di mana aktivitas digital menjadi kian masif. Pengguna internet pun bertambah signifikan, survei We Are Social dan HootSuit saja melaporkan kini sudah ada 204,7 juta orang pengguna atau sekitar 73,7% dari total populasi Indonesia.

"Segala aktivitas di ruang digital memunculkan tantangan dalam budaya digital. Di mana geografis maupun budaya masyarakat harus berbaur dan menciptakan aturan etika baru di ruang digital," Kata Dosen Universitas Muhammadiyah Malang, Frida Kusumastuti saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Rabu (13/7/2022).

Baca Juga: Yuk Bertanggung Jawab di Dunia Digital, Tanamkan Pemikiran Sebab-Akibat

Antara lain muncul tantangan budaya digital seperti mengaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya kesopanan dan kesantunan, serta menghilangnya budaya Indonesia dikarenakan media media digital menjadi panggung bagi budaya asing. Selain itu minimnya pemahaman akan hak-hak digital dan kebebasan berekspresi yang kebablasan juga menjadi permasalahan baru. 

Bukan hanya itu, masih ada problem karena berkurangnya toleransi dan penghargaan pada perbedaan. Serta menghilangnya batas-batas privasi disebabkan kurang pahamnya masyarakat akan menyaring informasi yang hendak dibagikan di media sosial. 

"Padahal ini juga terkait dengan keamanan digital yang menimbulkan potensi kejahatan cyber jika tidak bijak saat mengunggah sesuatu yang pribadi di media sosial. 

Lebih jauh menurutnya mengatakan masyarakat harus memiliki budaya dalam bermedia digital. Yaitu kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhineka Tungga Ika dalam kehidupan sehari-hari. 

Merespons perkembangan Teknologi Informasi Komputer (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Pengusaha dan Digital Trainee, Graphologist Diana Aletheia, dan Kaprodi Teknik Geomatika Unitomo, Yunus Susilo serta Dosen Universitas Muhammadiyah Malang, Frida Kusumastuti. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi.

Baca Juga: Menjadi Lawan di Pilpres 2024, Prabowo Subianto Malah Bikin Anies Baswedan Kebanjiran Suara

Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: