Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia Belum Maksimal, BKKBN Gercep Lakukan...

Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia Belum Maksimal, BKKBN Gercep Lakukan... Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Lansia, termasuk penyandang disabilitas, merupakan kelompok penduduk yang paling rentan. Mereka memerlukan bantuan khusus untuk menjangkau pelayanan kesehatan dan sosial tidak hanya karena kondisi fisik dan bentuk disabilitas lain, tapi juga kerentanan mereka yang berlapis terhadap kekerasan dan diskriminasi.

Dengan terus berlangsungnya pandemi Covid-19 dan terbatasnya perlindungan sosial, lansia lebih rentan terhadap guncangan ekonomi dan risiko kemiskinan. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga membuat lansia terisolasi dari kehidupan dunia luar sehingga memengaruhi kesehatan mental mereka.

Baca Juga: Pengembangan Vaksin mRNA antara Etana, Abogen dan FKUI

Direktur Ketahanan Keluarga Lansia dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Erisman, mengatakan, meskipun vaksin diprioritaskan untuk lansia, temuan dari Kementerian Kesehatan di lapangan menyebutkan bahwa jangkauan cakupan vaksinasi bagi lansia belum maksimal.

"Beberapa lokasi vaksinasi masih sulit untuk diakses lansia, baik dari segi jarak, akses, dan ongkos transportasi, maupun ketersediaan pendamping," kata Erisman kepada wartawan di Bandung, Rabu (27/7/2022).

Untuk dapat memahami kondisi ekonomi, sosial, dan kesehatan lansia selama pandemi Covid-19 secara lebih baik, Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-bangsa (UNFPA) dan BKKBN melakukan kajian mengenai dampak pandemi Covid-19 terhadap lansia, termasuk lansia dengan disabilitas, dengan menggunakan aplikasi GoLantang secara nasional.

Bagian dari program Leaving No One Behind (LNOB) yang didukung oleh Pemerintah Jepang, studi ini memberi gambaran tentang latar belakang, karakteristik, status terkini lansia di Indonesia, dan tantangan yang mereka hadapi, serta perlindungan sosial, kebijakan yang ada, dan kerangka hukum berbasis hak. Studi ini menawarkan rekomendasi untuk menjaga keberlangsungan akses terhadap pelayanan terpadu kesehatan dan sosial untuk para lansia, termasuk lansia dengan disabilitas, di Indonesia.

Sebelumnya, hasil penelitian yang bertajuk "Studi Nasional tentang Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Kelompok Lansia (Termasuk Penyandang Disabilitas) di Indonesia" ini diluncurkan pada 26 Juli 2022 di Bandung, Jawa Barat. Dibuka oleh Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Kepala Perwakilan UNFPA Indonesia Anjali Sen, dan Perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Yusuke Nakao.

Kegiatan ini juga menghadirkan Dr. Rintaro Mori (UNFPA Regional Advisor on Population Aging and Sustainable Development), Dr. Yasuhiko Saito (College of Economics-Nihon University Tokyo & Special Advisor on Population Ageing Economic Research Institute for ASEAN and East Asia), dan Dr. Lilis Heri Mis Cicih (Peneliti Senior dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia).

Baca Juga: Pembangunan KEK Kura-Kura Bali Diharapkan Dapat Mendukung Quality Tourism di Bali

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel: