Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gaharnya Drone Joe Biden Bunuh Pemimpin Al-Qaeda Diapresiasi Barack Obama

Gaharnya Drone Joe Biden Bunuh Pemimpin Al-Qaeda Diapresiasi Barack Obama Kredit Foto: Instagram/Barack Obama
Warta Ekonomi, Washington -

Keberhasilan Presiden Amerika Serikat Joe Biden membunuh pemimpin Al-Qaeda dengan drone diapresiasi mantan Presiden Barack Obama. 

Di Twitter pada Selasa (2/8/2022), Barack Obama menyebut Ayman al-Zawahiri merupakan salah satu teroris yang paling dicari.

Baca Juga: Joe Biden: Rusia dan China Bertanggung Jawab Mengontrol Senjata Nuklir

“Lebih dari 20 tahun setelah 9/11, salah satu dalang serangan teroris dan penerus Osama bin Laden sebagai pemimpin al Qaeda Ayman al-Zawahiri akhirnya diadili,” cuit Obama.

Obama juga memuji kepemimpinan Presiden Joe Biden dan mengakui kontribusi intelijen AS yang telah berjuang selama dua dekade ini.

“Ini merupakan penghargaan untuk kepemimpinan Presiden Biden, anggota intelijen dan para praktisi kontraterorisme yang telah bekerja selama beberapa dekade hingga mampu melumpuhkan al-Zawahiri tanpa satu pun korban sipil,” tambahnya.

Menurut Obama, terbunuhnya al-Zawahiri merupakan bukti AS dapat membasmi terorisme tanpa berperang di Afghanistan.

Dia berharap, keberhasilan ini akan sedikit memberikan kedamaian bagi keluarga korban 9/11 dan semua orang yang telah menderita di tangan Al Qaeda.

Pemimpin Al Qaeda, al-Zawahiri dibunuh dalam sebuah serangan pesawat tak berawal CIA pada Minggu (31/7/2022).

Dia adalah salah satu ahli strategi kunci Al Qaeda yang juga menjabat sebagai dokter pribadi Osama bin Laden.

Dalam sebuah pidato pada Senin malam (1/8/2022) dari Gedung Putih, Biden mengumumkan al-Zawahiri berhasil disingkirkan dalam operasi bin Laden.

Seperti diketahui, Ayman al-Zawahiri yang terbunuh oleh serangan pesawat tak berawak (drone) Amerika Serikat (AS) di Afghanistan, sering disebut sebagai kepala ideolog al-Qaeda.

Dokter ahli bedah mata yang membantu mendirikan kelompok militan Jihad Islam Mesir itu mengambil alih kepemimpinan al-Qaeda setelah pembunuhan Osama Bin Laden oleh pasukan AS pada Mei 2011.

Sebelum itu, Zawahiri dianggap sebagai tangan kanan Osama Bin Laden dan diyakini beberapa ahli sebagai otak operasional di balik serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Zawahiri adalah nomor dua, di belakang Osama Bin Laden, dalam daftar 22 teroris paling dicari yang diumumkan pemerintah AS pada tahun 2001 dan memiliki hadiah USD25 juta untuk kepalanya.

Baca Juga: Jaksa Agung Jamin Tak Ada Lobi di Kasus Pembunuhan Brigadir J: Kita Akan Profesional di Persidangan

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: