Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tingkatkan Mutu Produk Kelautan dan Perikanan, Kemenko Marves Terus Dorong Kompetensi Petugas

Tingkatkan Mutu Produk Kelautan dan Perikanan, Kemenko Marves Terus Dorong Kompetensi Petugas Kredit Foto: Kemenko Marves
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kemenko Marves terus menorong kompetensi Petugas Mutu untuk mewujudkan target RPJMN 2020-2024 dalam bidang pengelolaan kemaritiman dan kelautan, Kemenko Marves terus melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian terkait sistem jaminan mutu produk kelautan dan perikanan secara terintegrasi.

Pemerintah juga akan terus mengejar target terkait hasil ekspor hasil perikanan sebesar USD8,2 miliar pada tahun 2024. Tentunya hal tersebut dapat dicapai jika pemerintah memiliki sumber daya manusia dalam hal ini petugas mutu yang berkualitas.

Baca Juga: Dukung Pembangunan Nasional, Kemenko Marves Teken MoU dengan NGO

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Jodi Mahardi menjelaskan, Kemenko Marves mendorong upaya terciptanya kebijakan terkait harmonisasi sistem jaminan mutu produk kelautan dan perikanan, baik dari hulu hingga ke hilir.

Sistem ini akan berjalan secara terintegrasi melalui penataan regulasi mutu, optimalisasi pemanfaatan sarana/prasarana penunjang mutu, peningkatan kapasitas dan kompetensi petugas mutu, peningkatan kemampuan telusur proses produksi kelautan dan perikanan, peningkatan kapasitas dan kompetensi laboratorium uji, dan peningkatan pelayanan sertifikasi mutu bagi para pelaku usaha.

Baca Juga: Gelaran PPE 2022 Wujud Komitmen Pemerintah Kembangkan Karir Atlet Esports di Kancah Dunia

"Untuk Pemerintah Daerah khususnya para Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi agar melakukan pembinaan secara masif kepada seluruh unit usaha baik pembudidaya, nelayan, UPI, dan stakeholder usaha terkaitnya di lingkup wilayah kerja masing-masing," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/8/2022).

Deputi Jodi juga menyebutkan bahwa masih ada permasalahan soal petugas/pembina mutu, baik dari bidang kompetensi maupun kapasitasnya. Menanggapi permasalahan tersebut, Deputi Jodi menyampaikan bahwa sangat dibutuhkan dukungan petugas/pembina/auditor mutu yang mumpuni di lapangan.

Baca Juga: Pembangunan KEK Kura-Kura Bali Diharapkan Dapat Mendukung Quality Tourism di Bali

Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel: