Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pemerintah Siapkan Peta Peluang Investasi di 13 Provinsi

Pemerintah Siapkan Peta Peluang Investasi di 13 Provinsi Kredit Foto: Martyasari Rizky
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyusun Peta Peluang Investasi (PPI) proyek prioritas strategis yang tersebar di 13 provinsi dan siap ditawarkan pada 2022.

Penyusunan PPI ini akan fokus pada 22 profil proyek investasi berkelanjutan yang tersebar di 13 provinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Maluku.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengingatkan pentingnya pemerintah di pusat maupun daerah untuk memberikan jalan jelas bagi investor untuk masuk Indonesia.

Penyusunan PPI akan dikawal sampai ke dokumen pra studi kelayakan (pra-feasibility study). PPI ini nantinya akan menjadi profil peluang investasi di daerah, sehingga dapat memberikan gambaran komprehensif dan mendetail kepada para calon investor.

“Kita buat PPI sebagai instrumen kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi masuknya investasi ke Indonesia. Dengan PPI, kita lebih fokus, kita lihat pasar dan investasi itu yang kita tawarkan,” ucap Bahlil, kemarin.

Bahlil menekankan ke depannya pemerintah akan fokus pada pembangunan industri berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan agar produk yang dihasilkan memiliki nilai kompetitif dalam dunia usaha global.

Kementerian Investasi kata dia siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dengan melibatkan putra dan putri daerah dalam mempromosikan proyek investasi prioritas yang dapat ditawarkan kepada calon investor.

Adapun 22 profil proyek investasi yang disusun dalam PPI tahun 2022 ini terdiri dari 11 proyek berbasis sumber daya alam (SDA) serta 11 proyek berbasis industri manufaktur. Klaster yang termasuk dalam proyek SDA, yaitu perkebunan, hortikultura, tanaman pangan, peternakan, perikanan dan energi, sedangkan untuk proyek berbasis industri manufaktur, yaitu terdiri dari klaster industri kimia, industri aneka, industri logam, industri mesin, industri alat transportasi, dan industri elektronika.

Proyek investasi ini diharapkan akan memberikan kontribusi langsung terhadap pencapaian sustainable development goals (SDGs) khususnya untuk pengentasan kemiskinan, penciptaan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, serta berkurangnya kesenjangan.

Kegiatan penyusunan PPI ini sudah dimulai oleh Kementerian Investasi/BKPM sejak tahun 2020. Maret 2022, telah diluncurkan 47 proyek investasi berkelanjutan senilai Rp 155,12 triliun.

Terdapat empat sektor proyek investasi berkelanjutan yang telah ditawarkan, yaitu sektor pariwisata, kawasan ekonomi, industri, dan infrastruktur yang tersebar di 33 provinsi.

Baca Juga: Pertumbuhan Unit Usaha Syariah (UUS) Lampaui Kinerja Perbankan Syariah

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: