Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kegelapan Masih Selimuti Kasus Brigadir J, Peran Sub-Mabes Mulai Disorot Pengamat

Kegelapan Masih Selimuti Kasus Brigadir J, Peran Sub-Mabes Mulai Disorot Pengamat Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polisi disebut enggan membeberkan motif di balik pembunuhan yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo terhadap Brigadir J. 

Menurut Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul sub-Mabes dalam tubuh Mabes Polri, hal ini satu suara sebagaimana yang disampaikan oleh Menkopolhukam Mahfud MD.

Baca Juga: Ferdy Sambo Jadi Tersangka Pembunuh Brigadir J, Mahfud MD Kasih Kisi-Kisi: Bisa Saja Berubah Jadi....

“Sub-Mabes itu tampaknya membuat Polri berhati-hati membuka motif,” ujar Adib kepada GenPI.co.

Menurutnya, Mabes Polri tidak akan membongkar motif dari pembunuhan berencana yang dilakukan jenderal bintang 2 tersebut.

“Timsus butuh waktu lama untuk membuka motif apa sebenarnya di balik itu (pembunuhan, red),” tuturnya.

Selain itu, pernyataan Mahfud MD yang menyebut motif pembunuhan tersebut hanya boleh didengar orang dewasa juga menambah keyakinan Adib.

“Jangan-jangan ada ada hal yang membuat Kepolisian saling tersandera antar kepentingan,” ucapnya.

Dirinya juga menduga kasus kematian Brigadir J merupakan titik masuk membuka kotak pandora di dalam Mabes Polri.

Seperti diketahui, Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka sebagai dalang pembunuhan terhadap Brigadir J.

Ada pun penetapan tersangka itu disebut secara langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri pukul 18.30 WIB, Selasa (9/8/2022).

Selain itu, Listyo juga mengatakan tim khusus menemukan adanya upaya rekayasa olah TKP kematian Brigadir J di Komplek Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Di mana saat pendalaman olah TKP ditemukan ada hal-hal yang hambatan proses sidik," ujar Listyo.

Baca Juga: Jokowi Minta Kendaraan Dinas Pakai Mobil Listrik, Rocky Gerung: Kemewahan yang Dibayangkan Presiden Gak Ada Gunanya..

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: