Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Lebih Parah dari Masa Trump, Hubungan China-Amerika Pimpinan Biden Panas, Pelosi Biang Keroknya?

Lebih Parah dari Masa Trump, Hubungan China-Amerika Pimpinan Biden Panas, Pelosi Biang Keroknya? Kredit Foto: Reuters/Sarah Silbiger
Warta Ekonomi, Washington -

Amerika Serikat dan China sedang pada titik ketidakharmonisan tertinggi sejak Presiden Donald Trump. Sejumlah penyebab ketidakakuran dikaitkan seperti perang dagang, teknologi, dan diperparah dengan situasi pandemi Covid-19.

Yang paling baru, hubungan Washington dan Beijing semakin problematik setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan.

Baca Juga: Parlemen Amerika Membandel, China yang Murka Gelar Lebih Banyak Latihan Militer di Dekat Taiwan

China telah merespons agenda kunjungan Pelosi sebelum keberangkatan. Namun tampaknya peringatan Beijing tidak digubris sama sekali.

Alhasil, China menanggapi dengan kecaman keras dan latihan menembak berhari-hari di sekitar Taiwan, termasuk puluhan serangan di atas garis tengah di Selat Taiwan. Itu karena batas de facto yang sampai sekarang dihormati dan Taiwan diklaim sebagai bagian dari China.

AS sendiri bersikeras telah berjanji untuk melanjutkan transit Selat Taiwan dan melakukan operasi kebebasan navigasi di kawasan itu. AS memperpanjang operasi kapal induk USS Ronald Reagan.

Situasi ini membuat China-AS semakin terjerumus ke dalam hubungan titik terendah. Padahal saat era Trump, kebijakan AS di bawah kepemimpinannya sudah membuat China marah termasuk sejumlah tarif impor China dan sanksi terhadap pejabat China atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan Hongkong.

“Ketika kami mengatakan hubungan China-AS telah mencapai titik terendah selama pemerintahan Trump, kami benar-benar salah membacanya,” kata seorang spesialis hubungan AS-China di Akademi Ilmu Sosial China (CASS) Lu Xiang.

Ketegangan hubungan terjadi atas perjalanan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan mencapai titik didih. Menurut Bloomberg pekan lalu, Gedung Putih telah berusaha untuk menunda Undang-Undang Kebijakan Taiwan bipartisan, yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan dengan pulau itu, dalam upaya untuk mencegah eskalasi krisis dengan China.

China sendiri masih marah atas kunjungan Pelosi pekan lalu, yang dilihatnya sebagai upaya lain oleh Washington untuk mengingkari komitmennya terhadap kebijakan satu China.

“China hampir pasti akan bereaksi lebih keras dibanding saat ini, karena hal itu akan dilihat sebagai tantangan langsung terhadap fondasi utama pembentukan hubungan AS-China,” tutupnya.

Baca Juga: Wah! Kini Pembayaran SIM dan SKCK Bisa Lewat Bank Syariah Indonesia

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: