Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Niat Busuk Trump Akhirnya Terkuak, Surat-surat Rahasia Ini Dukung Pencaplokan...

Niat Busuk Trump Akhirnya Terkuak, Surat-surat Rahasia Ini Dukung Pencaplokan... Kredit Foto: Antara/REUTERS/Carlos Barria
Warta Ekonomi, Washington -

Surat setebal tiga halaman tertanggal 26 Januari 2020 dikirim mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada eks Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Surat rahasia, menurut Jerusalem Post, berisi dukungan Trump atas rencana Israel untuk mencaplok wilayah Palestina.

"Israel akan dapat memperluas kedaulatan ke bagian-bagian wilayah Tepi Barat jika Netanyahu menyetujui Negara Palestina di wilayah yang tersisa," tulis Trump dalam surat itu, dilansir Middle East Monitor, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga: Lebih Parah dari Masa Trump, Hubungan China-Amerika Pimpinan Biden Panas, Pelosi Biang Keroknya?

Netanyahu menerima surat itu dua hari sebelum Trump mengumumkan Kesepakatan Abraham atau yang disebutnya sebagai "kesepakatan abad ini" untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Kesepakatan itu ditolak keras oleh Palestina.

Kesepakatan Abraham menjadi landasan terhadap normalisasi Israel dengan beberapa negara Arab seperti Uni Emirate Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko. Para pemimpin Palestina mengatakan, kesepakatan ini adalah upaya untuk mencegah Palestina mendapatkan kemerdekaan dan kedaulatan.

Kesepakatan abad ini yang disebut oleh Trump juga mengacu pada Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tidak terbagi. Kesepakatan tersebut juga mengakui kedaulatan Israel atas sebagian besar wilayah pendudukan Tepi Barat.

Rencana tersebut melibatkan pembentukan negara Palestina Balkan dalam bentuk kepulauan yang dihubungkan oleh jembatan dan terowongan. Para pejabat Palestina mengatakan, di bawah rencana AS, Israel akan mencaplok 30-40 persen wilayah pendudukan Tepi Barat, termasuk seluruh Yerusalem Timur.

Di bawah tekanan internasional, Netanyahu tidak mengumumkan rencana pencaplokannya seperti yang dijadwalkan pada Juli 2020. Netanyahu mengklaim menunda pengumuman tersebut, hingga kemudian dia lengser.

Pembicaraan damai antara Palestina dan Israel 2014 gagal mencapai kesepakatan. Karena Israel menolak untuk membebaskan tahanan Palestina dan menghentikan perluasan pembangunan pemukiman Yahudi. 

Baca Juga: Makin Meresahkan, OJK Temukan 105 Pinjol Ilegal

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: