Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kasus 'Polisi Bunuh Polisi' Ferdy Sambo Bikin Geger Satu Indonesia, Puan Maharani Blak-blakan: Ini Merupakan...

Kasus 'Polisi Bunuh Polisi' Ferdy Sambo Bikin Geger Satu Indonesia, Puan Maharani Blak-blakan: Ini Merupakan... Kredit Foto: Twitter/Puan Maharani
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus pembunuhan Yosua Hutabarat alias Brigadir J terus menjadi sorotan publik. Kini, Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka karena diduga kuat menjadi dalang penembakan tersebut.

Mengenai perkempangan yang ada, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti kasus kematian Brigadir J yang saat ini tengah diselesaikan kepolisian. Puan berharap kasus tersebut jadi momentum Polri untuk bekerja lebih profesional.

"Ini merupakan salah satu momentum bagi Polri untuk, bukan bersih-bersih, untuk memperbaiki kinerja yang selama ini ada kemudian bisa lebih profesional," kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/8).

Baca Juga: Ngeri Juga Omongan Pengamat: Puan Maharani Tidak Fokus Perbaiki Kinerja DPR yang Terseok-seok!

Selain itu, ia berharap ke depan Polri bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk lebih humanis. Kemudian ia juga berharap Polri transparan dan lbh dekat dengan rakyat, sehingga masyarakat lebih percaya dan bisa dekat dengan Polri.

Puan mengatakan DPR tidak menutup kemungkinan akan memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hal tersebut mengingat DPR khususnya Komisi III  memiliki fungsi pengawasan. "Menurut saya bisa dimungkinkan (karena memang sebagai fungsi pengawasannya itu merupakan ranah dari komisi III untuk melakukan langkah pendekatan kemudian menanyakan akar pemasalahan apa yang akan dilakukan," ucapnya.

Baca Juga: Ngeri! Anak Buah Sambo yang Pimpin Penyidikan Tunjukkan Kode Ini Saat Rekonstruksi: Itu Sandi, Artinya…

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: