Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Modal Inovasi Produk, Wismilak Dongkrak Laba Bersih Jadi Rp106,6 Miliar pada Semester I 2022

Modal Inovasi Produk, Wismilak Dongkrak Laba Bersih Jadi Rp106,6 Miliar pada Semester I 2022 Kredit Foto: Antara/Irfan Anshori
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) meraih pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang semester pertama tahun ini. Laba bersih emiten rokok ini tumbuh 31,2%menjadi Rp106,6 miliar per Juni 2022.

Sekretaris Perusahaan Wismilak, Surjanto Yasaputera, mengungkapkan bahwa capaian laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan penjualan bersih sebesar 38,4% dari Rp1,41 triliun pada semester I 2021 menjadi Rp1,95 triliun pada semester I 2022. Dibandingkan tahun sebelumnya, produk Wismilak untuk kategori sigaret kretek mesin (SKM) bertumbuh sebesar 50,2% per Juni 2022.

Baca Juga: Targetkan Jangkau 3 Juta Pelanggan, HERO Group Buka Toko IKEA di Surabaya Akhir Tahun 2022

"Pertumbuhan SKM merupakan kelanjutan dari upaya yang dilakukan Wismilak sejak 2019. Kami terus konsisten melakukan inovasi dengan adanya produk baru dan mencermati pasar yang sesuai dan fokus pada produk yang diminati konsumen," pungkas Surjanto, Jumat, 2 September 2022.

Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan bahwa Wismilak melakukan buyback saham sejak 1 Agustus 2022. Buyback saham dilakukan menggunakan dana yang telah dicadangkan dan dieksekusi di harga yang dianggap wajar. Hal itu diklaim tidak akan berpengaruh terhadap pendapatan Wismilak.

"Kami yakin buyback saham yang kami laksanakan tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha. Wismilak memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup memadai untuk kegiatan operasional kami," lanjutnya.

Lebih lanjut, Surjanto memastikan Wismilak akan fokus pada strategi bisnis, salah satunya melalui pengembangan rokok kualitas premium. Sebagai produsen rokok di Tier 2, Wismilak memastikan akan konsisten memanfaatkan peluang di tengah kondisi daya beli masyarakat melalui pengembangan produk dengan harga yang terjangkau, berkualitas baik, dan rasa yang disukai konsumen. 

"Kondisi pasar yang masih dipengaruhi oleh pandemi terus disikapi dengan penuh kehati hatian oleh Wismilak meskipun saat ini laju Covid-19 di Indonesia dalam trend melandai," tutupnya.

Baca Juga: Tragis! Peraih Nobel Terlibat Pelecehan Seksual pada Anak Laki-laki, Vatikan Beri Sanksi: Dulu Warga Timor Leste Puja Puji, Eh Ternyata...

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: