Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gegara Ferdy Sambo Effect, Menterinya Jokowi Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres 2024

Gegara Ferdy Sambo Effect, Menterinya Jokowi Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres 2024 Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hasil Survei Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) dan Poltracking Indonesia sangatlah menarik, apalagi di dalamnya telah memunculkan nama-nama tak terduga dari lingkaran pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk Pilpres 2024.

Salah satunya adalah Menko Polhukam, Mahfud MD yang jarang diperbincangkan dalam konteks bursa calon presiden dan calon wakil presiden.

Baca Juga: Istri Ferdy Sambo Tak Ditahan Walau Terancam Hukuman Mati, Jenderal Listyo Awas Telan Ludah Sendiri

Indonesia Political Opinion (IPO) bahkan mengatakan Mahfud bisa saja menjadi tokoh tak terduga yang maju dalam kontestasi politik.

“Kalau Pak Erick dan Pak Sandi sering muncul di bursa Pilpres. Keduanya klaster utama cawapres. Malah juga sudah banyak relawannya. Yang Mahfud ini perlu dicer- mati kemunculannya,” kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dikatakan, Mahfud sebenarnya punya modal politik cukup besar. Sebagai tokoh berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU), plus kiprahnya yang panjang hingga saat ini menjabat Menko Polhukam.

Tapi, selama ini namanya tidak muncul di pusaran Pilpres 2024 dan tertinggal dari tokoh lain, karena Mahfud tidak pernah mendeclare akan bermain di pemilu mendatang.

Baca Juga: Survei LSI: Kinerja Memuaskan, Jokowi Punya Modal Selesaikan Masalah Ekonomi

Namun demikian, nama mantan Presidium Korps Alumni Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) ini sebenarnya sudah terekam di benak publik. Sehingga ketika ada peristiwa yang memunculkan namanya dalam penanganan kasus Ferdy Sambo, nama Mahfud bisa lang- sung melejit.

Baca Juga: Pembangunan KEK Kura-Kura Bali Diharapkan Dapat Mendukung Quality Tourism di Bali

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: