Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tak Disangka, Begini Kondisi Sektor Industri Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Tengah,

Tak Disangka, Begini Kondisi Sektor Industri Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Tengah, Kredit Foto: Antara/Makna Zaezar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Magfur dalam Borneo Forum 2022 beberapa waktu lalu mengatakan bahwa sekitar 92 persen kredit pertanian di Kalimantan diberikan kepada debitur di perkebunan sawit. Sementara itu, di sektor industri pengolahan di Kalimantan, sebanyak 39 persen diberikan kepada industri minyak goreng kelapa sawit. Secara spasial, Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan pangsa pasar kredit sektor pertanian dan industri pengolahan terbesar se-Kalimantan yakni sebesar 49 persen.

“Sampai Juli 2022, penyaluran kredit Bank Umum ke sektor pertanian sebesar 45 persen dari total kredit di Kalteng dengan nilai mencapai Rp30 triliun. Sekitar 88 persen dari kredit pertanian ini disalurkan pada debitur perkebunan kelapa sawit,” kata Magfur, dilansir dari laman Media Perkebunan pada Senin (5/9). 

Baca Juga: Perjuangkan Haknya, Ratusan Petani Kelapa Sawit Malah Dapat "Surat Cinta" Anak Perusahaan Sinar Mas

Saat ini, produksi CPO di Kalimantan masih terbatas pada minyak goreng, shortening, dan biodiesel. Sebagian CPO juga dikirim ke beberapa pabrik di Sumatra, Jawa, dan Malaysia untuk diolah kembali menjadi prodk turunan yang lebih kompleks.

Produk turunan minyak sawit di Kalimantan, mayoritas langsung diekspor ke luar negeri karena beberapa korporasi besar di Kalimantan yang dominan, berorientasi pada pasar ekspor. Kedepan, hilirisasi masih dapat ditingkatkan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sawit di Kalimantan.

Dengan luas lahan sawit di Kalimantan yang mencapai 6,12 juta hektar dan produktivitas 3,79 ton/ha produksi CPO mencapai 19,41 juta ton atau 39 persen terhadap produksi nasional. Sekitar 76 persen CPO langsung diekspor ke luar negeri, sementara 24 persen diproses di dalam negeri menjadi produk turunan (produk setengah jadi maupun jadi).

Produksi setengah jadi dari CPO yang diolah di Kalimantan ialah olein, stearin, dan PFAD. Mayoritas produk ini dikirim ke Jawa untuk bahan baku refinery (margarin, shortening, bahan kosmetik). Sebagian besar dikirim ke satu grup perusahaan, ada juga yang diekspor ke India. Sedangkan dari CPKO diolah menjadi cocoa butter substitute, kemudian di ekspor untuk industri komestik di Tiongkok dan India.

Baca Juga: Pengembangan Perkebunan Sawit Jadi Strategi Pembangunan Pedesaan

Produk hilir yang dihasilkan Kalimantan adalah minyak goreng dan biodiesel. Perlu diketahui, terdapat 5 pabrik minyak goreng di Kalimantan yang sebagian besar produknya dipasarkan ke sebagian wilayah di Kalimantan. Tidak hanya itu, juga ada 5 pabrik biodiesel di Kalimantan yang semua produknya dipasarkan di dalam negeri ke PT AKR Corporation dan Pertamina, sebagian besar untuk memenuhi permintaan Banjarmasin.

Baca Juga: Setelah Bank Bengkulu, Kini Bank Sultra Gabung Dalam KUB Bank Bjb

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: