Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

FAO Dukung Indonesia Kembangkan Budidaya Berkelanjutan Ramah Lingkungan

FAO Dukung Indonesia Kembangkan Budidaya Berkelanjutan Ramah Lingkungan Kredit Foto: KKP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan budidaya berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan dan meningkatkan produksi perikanan nasional. 

Langkah tersebut mendapat dukungan dari Badan Pangan Dunia (Food and Agricultural Organization/FAO) karena akan berkontribusi pada ketahanan pangan global yang diprediksi terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun.

"Salah satu dari strategi Ekonomi Biru KKP adalah pengembangan budidaya ramah lingkungan, khususnya untuk komoditas udang, lobster, kepiting, rumput laut, dan ikan-ikan dengan nilai ekonomi tinggi seperti kerapu dan kakap," ujar Menteri Trenggono dalam pertemuan bilateral dengan Dirjen FAO Qu Dongyu di Roma, Italia, kemarin

Kebijakan budidaya berkelanjutan ini, sambungnya, juga bertujuan untuk mengurangi kegiatan penangkapan ikan di laut, terutama untuk jenis-jenis ikan tertentu. Dengan demikian nelayan tidak lagi bergantung pada hasil tangkapan sebagai satu-satunya sumber penghasilan, dan populasi ikan di laut tetap terjaga. 

Untuk memperkuat kebijakan budidaya berkelanjutan, Indonesia juga mendorong penggunaan pakan yang tidak merusak lingkungan dan menggantinya dengan bahan baku nabati.

Contoh yang telah dilakukan adalah menggunakan magot sebagai bahan baku pakan. "Inovasi terus kami lakukan untuk menghadirkan pakan yang ramah lingkungan. Ini sangat penting karena bahan baku pakan saat ini sebagian besar masih bergantung pada hasil laut, sementara tujuan mengembangkan budidaya di antaranya untuk mengurangi tangkapan di laut," tambahnya.

Sementara itu Dirjen Perikanan Budidaya KKP TB Haeru Rahayu menambahkan, dari pengembangan budidaya berkelanjutan tersebut, Pemerintah Indonesia salah satunya menargetkan produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton pada tahun 2024. Hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan udang dalam negeri serta pasar global.

Baca Juga: Bank Bjb Teken Kerja Sama Pembayaran Manfaat Pensiun Pegawai Kimia Farma

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: