Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sebut JIS Tak Sesuai Standar FIFA, PSSI Tetap Terima Kasih ke Anies Baswedan: Beliau Tidak Langsung Bahas Politik

Sebut JIS Tak Sesuai Standar FIFA, PSSI Tetap Terima Kasih ke Anies Baswedan: Beliau Tidak Langsung Bahas Politik Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI) memutuskan untuk tidak menggunakan Stadion Jakarta International Stadium (JIS) dalam pertandingan FIFA Match Day karena dianggap belum memenuhi standar. 

Meski demikian, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DKI  Jakarta Anies Baswedan.

Baca Juga: Dicap Ikut Asal Jangan Anies Baswedan, PSSI Akhirnya Akui JIS Punya Standar Kelas Dunia, Tapi...

"Saya berterima kasih kepada Pak Anies. Beliau menyampaikan statement untuk merespons saya dengan baik, tidak langsung membahas politik," ucapnya saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Menurut Yunus, batalnya JIS untuk digunakan disebabkan masalah konstruksi dan teknis, bukan politik.

"Saya paham apa yang disampaikan beliau. Hanya saja, sebagian masyarakat membawa ini ke ranah politik. Itu yang tidak baik bagi kita di sepak bola," tuturnya.

Dia mengaku bersyukur Anies Baswedan menjawab statement-nya dengan baik dan merasa Gubernur Jakarta itu paham atas kondisi yang ada. Yunus juga mengaku sudah menyampaikan kepada pihak pengelola JIS untuk memperbaiki beberapa hal yang disarankan.

Baca Juga: Ogah Pakai JIS karena Dinilai Belum Layak, Eh PSSI Habis Dirujak Warganet, 'Makin Yakin Asal Bukan Anies Baswedan Itu Nyata!'

"Kami sudah lama menyampaikan hal itu. Ada beberapa hal yang perlu dibenahi supaya JIS menjadi stadion yang sangat layak untuk digunakan PSSI," jelasnya.

PSSI berharap pihak pengelola bisa membenahi dan menyempurnakan JIS sebagaimana layaknya stadion yang berada di Indonesia.

Baca Juga: Gandeng Kadin, Visa Perkuat Literasi Keuangan dan Bisnis Digital di Indonesia

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan GenPI.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel: