Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gen Z Buru Investasi Logam Mulia, Pertumbuhan Emas Digital Antam di Atas 40 Persen

Gen Z Buru Investasi Logam Mulia, Pertumbuhan Emas Digital Antam di Atas 40 Persen Kredit Foto: Andi Aliev
Warta Ekonomi, Balikpapan -

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menilai terjadi pertumbuhan investasi emas digital, khususnya di kalangan generasi Z atau milenial. Usia yang paling banyak bertransaksi ialah antara 30-40 tahun, yakni usia produktif dan memiliki penghasilan serta cenderung melakukan investasi aman.

Sales Senior Manager ANTAM Yudi Hermansyah menjelaskan, salah satu investasi yang dinilai aman adalah emas. Dia menjelaskan, ada banyak jenis emas, yakni emas perhiasan, batangan, dan kekinian emas digital.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik per 20 September 2022: Seberapa Mahal Sekarang?

"Dari 3 jenis emas ini, tren untuk emas perhiasan market paling besar. Namun, pertumbuhan dalam 5 tahun terakhir menurun," ungkapnya saat pembukaan relokasi Butik Emas Logam Mulia (BELM) Balikpapan dari kawasan Balikpapan Permai Jenderal Sudirman ke lokasi ke Ruko Balikpapan Super Block (BSB), Selasa (20/9/2022).

Bahkan, menurut Yudi, dalam 2 tahun terakhir ini pertumbuhannya hanya 2 persen. Sementara, emas batangan secara volume sama, tetapi dalam pertumbuhannya terutama masa pandemi ini sangat besar, yakni 30 persen.

"Ada tren pergeseran dari emas perhiasan ke emas  batangan. Untuk emas digital, share market tidak banyak dibandingkan emas batangan dan perhiasan. Namun, yang membanggakan adalah pertumbuhan di atas 40 persen," ungkapnya.

Penyebabnya, kata Yudi, adalah makin banyaknya generasi Z yang sudah masuk dunia kerja dan berpenghasilan serta berpikir untuk menabung. "Gen Z itu anak-anak sekarang identik internet, digital cari yang mudah. Alternatif investasi pilihan emas, tapi caranya dengan digitalisasi tabungan emas," katanya.

Baca Juga: Perkuat Sektor Keuangan, Bos OJK Lantik 16 Pimpinan Satuan Kerja Baru

Penulis: Andi Aliev
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: