Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Erdogan Bicarakan Pencapaian Turki di PBB, Dunia Mohon Simak

Erdogan Bicarakan Pencapaian Turki di PBB, Dunia Mohon Simak Kredit Foto: Reuters/Valentyn Ogirenko
Warta Ekonomi, Ankara -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Selasa (20/9/2022), kesepakatan Istanbul untuk melanjutkan ekspor gandum Ukraina telah menjadi salah satu pencapaian terbesar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam beberapa tahun terakhir.

Kesepakatan ini melahirkan Joint Coordination Center dengan pejabat dari Turki, Rusia, Ukraina, dan PBB mengawasi pengiriman.

Baca Juga: Cerita di Balik Toko Bunga Turki yang Permintaannya Meroket 90% Setelah Kematian Ratu Elizabeth II

"Sebagai hasil dari upaya intens kami dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, kami telah memastikan bahwa gandum Ukraina mencapai dunia melalui Laut Hitam,” kata Erdogan dalam pidatonya di sesi ke-77 Majelis Umum PBB di New York dikutip dari Anadolu Agency.

Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani perjanjian di Istanbul pada 22 Juli. Kesepakatan ini untuk memulai kembali ekspor gandum dari tiga pelabuhan Laut Hitam Ukraina, yang dihentikan sementara setelah perang Rusia-Ukraina dimulai pada Februari.

Sejak kapal pertama berlayar di bawah kesepakatan pada 1 Agustus, lebih dari 160 kapal telah membawa lebih dari tiga juta ton produk pertanian melalui koridor biji-bijian.

Erdogan juga menekankan, Ankara akan melanjutkan upayanya untuk mengakhiri perang dengan kesepakatan berdasarkan integritas teritorial dan kemerdekaan Ukraina.

"Bersama-sama, kita perlu menemukan solusi diplomatik yang masuk akal, adil dan layak yang akan memberikan kedua belah pihak jalan keluar yang terhormat dari krisis," kata Erdogan.

Erdogan pun meminta komunitas internasional untuk dengan tulus mendukung upaya Ankara untuk perdamaian abadi antara Moskow dan Kiev.

"Sangat penting bahwa kita merestrukturisasi PBB, sejalan dengan karakteristik merangkulnya, sebagai organisasi yang dapat menghasilkan solusi untuk tatanan dunia yang lebih adil, dan di mana kehendak bersama diwujudkan atas nama seluruh umat manusia,” ujarnya.

Menurut Erdogan, mereformasi Dewan Keamanan (DK) PBB sebagai struktur yang lebih efektif, demokratis, transparan, dan akuntabel akan menjadi tonggak sejarah bagi perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan.

"Kami akan terus menekankan di setiap platform bahwa 'dunia lebih besar dari lima' dan 'dunia yang lebih adil adalah mungkin'," katanya.

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: