Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tidak Semua Tahu, Ternyata Bangsa Ukraina Bertahun-tahun Lakukan Tindakan di Luar Nalar, Ngeri!

Tidak Semua Tahu, Ternyata Bangsa Ukraina Bertahun-tahun Lakukan Tindakan di Luar Nalar, Ngeri! Kredit Foto: Reuters/Vitalii Hnidyi
Warta Ekonomi, London -

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh beberapa anggota Dewan Keamanan AS mencoba untuk memaksakan narasi palsu pada operasi Moskow di Ukraina, dan menyatakan kembali tuduhan bahwa etnis Rusia telah dianiaya oleh pasukan pemerintah Ukraina.

"Ada upaya hari ini untuk memaksakan pada kami narasi yang sama sekali berbeda untuk menunjukkan agresi Rusia sebagai asal dari semua tragedi," kata Lavrov, dilansir BBC.

Baca Juga: Gedung Putih: Ancaman Senjata Nuklir Putin, Gak Bisa Dianggap Enteng

"Ini mengabaikan fakta bahwa selama lebih dari delapan tahun tentara Ukraina dan pejuang dari formasi nasionalis membunuh dan terus membunuh penduduk (wilayah Ukraina timur) Donbas dengan impunitas hanya karena mereka menolak untuk mengakui hasil kudeta di Kyiv. Mereka memutuskan untuk menegakkan hak-hak mereka, yang dijamin oleh Konstitusi Ukraina, termasuk hak untuk bebas menggunakan bahasa Rusia, bahasa ibu mereka," imbuhnya.

Rusia mencoba untuk membenarkan invasinya dengan mengatakan bahwa mereka memerangi neo-Nazi, sebuah klaim yang secara luas ditolak oleh komunitas internasional, serta menentang ekspansi NATO.

Dalam pidatonya pada Rabu, Presiden Putin juga mengumumkan panggilan untuk cadangan dalam sebuah langkah yang menurut para analis adalah tanda bahwa pasukan Rusia di Ukraina sedang berjuang untuk mempertahankan jalur wilayah yang mereka tempati di timur dan selatan.

Antrean bermunculan di sepanjang perbatasan Rusia ketika orang-orang berusaha meninggalkan negara itu untuk menghindari wajib militer.

Baca Juga: Ekonomi Makin Pulih, Penyaluran Kredit BTPN Naik Hingga 10%

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: