Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Yair Lapid: Solusi 2 Negara buat Israel dan Palestina Cocok

Yair Lapid: Solusi 2 Negara buat Israel dan Palestina Cocok Kredit Foto: Reuters/Emmanuel Dunand
Warta Ekonomi, New York -

Perdana Menteri Israel Yair Lapid menyerukan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina dalam pidato di sesi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Kamis (22/9/2022).

Penyebutannya tentang solusi dua negara ini menjadi yang pertama oleh seorang pemimpin Israel selama bertahun-tahun di acara tersebut dan menggemakan dukungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Israel pada Agustus.

Baca Juga: Kemenlu RI Bantah Desas-Desus Hubungan Indonesia-Israel Membaik

"Sebuah kesepakatan dengan Palestina, berdasarkan dua negara untuk dua bangsa, adalah hal yang tepat untuk keamanan Israel, untuk ekonomi Israel dan untuk masa depan anak-anak kita," kata Lapid.

Lapid menambahkan kesepakatan apapun akan dikondisikan pada negara Palestina yang damai dan tidak akan mengancam Israel. Israel merebut Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Gaza dalam perang Timur Tengah 1967. Perundingan damai Israel-Palestina yang disponsori AS gagal pada 2014.

Lapid berbicara isu tersebut kurang dari enam minggu sebelum pemilihan 1 November yang dapat mengembalikan kekuasaan mantan Perdana Menteri sayap kanan Benjamin Netanyahu. Netanyahu merupakan sosok yang menjadi penentang lama dalam solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Upaya untuk mencapai kesepakatan dua negara Israel-Palestina telah lama terhenti. Palestina dan kelompok-kelompok hak asasi mengatakan, Israel telah memperkuat kendalinya atas wilayah Palestina yang diduduki melalui kekuasaan militernya atas jutaan warga Palestina dan pembangunan pemukiman yang terus-menerus.

Anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina Wasel Abu Youssef mengatakan, kata-kata Lapid tidak berarti apa-apa.

“Siapa pun yang menginginkan solusi dua negara harus menerapkannya di lapangan,” katanya.

Youssef menekankan, Lapid harus menghormati kesepakatan yang dicapai sebelumnya. Pemimpin Israel itu diminta menghentikan perluasan pemukiman dan mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan.

Lapid memuji upaya negara-negara Timur Tengah untuk menormalkan hubungan dan bekerja sama dengan Israel. Dia mendesak negara-negara Muslim, dari Indonesia hingga Arab Saudi, untuk berdamai dengannya.

Dalam pidato yang sama, Lapid juga kembali mengecam Iran dan menyuarakan tekad Israel untuk mencegah musuh lamanya mendapatkan senjata nuklir.

"Satu-satunya cara untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir adalah dengan menempatkan ancaman militer yang kredibel di atas meja. Kami memiliki kemampuan dan kami tidak takut untuk menggunakannya," ujarnya.

Secara luas, Israel diyakini memiliki satu-satunya senjata nuklir di Timur Tengah. Tel Aviv pun menganggap Teheran sebagai ancaman eksistensial, sedangkan Teheran membantah mencoba mengembangkan senjata nuklir. 

Baca Juga: Setelah Bank Bengkulu, Kini Bank Sultra Gabung Dalam KUB Bank Bjb

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: