Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kebijakan Covid-19 Malaysia Paten, akan Lebih Dulu Umumkan Pandemi Berakhir?

Kebijakan Covid-19 Malaysia Paten, akan Lebih Dulu Umumkan Pandemi Berakhir? Kredit Foto: The Star
Warta Ekonomi, Kuala Lumpur -

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin memastikan, aturan karantina Covid-19 di Malaysia tidak akan mengalami perubahan hingga akhir tahun ini.

Hal ini disampaikan Khairy, menjawab kekhawatiran sejumlah negara atas potensi kekurangan pegawai di berbagai tempat kerja.

Baca Juga: Dalam Hal Daya Saing, Malaysia Kalah dari Indonesia, Kenapa?

Individu yang dinyatakan positif Covid, diwajibkan menjalani isolasi mandiri (isoman) selama tujuh hari. Mereka dapat dibebaskan dari isoman, jika sudah negatif Covid pada hari keempat.

"Salah satu alasan yang membuat kami tetap dapat mengendalikan pandemi hingga hari ini, adalah kepatuhan masyarakat terhadap aturan karantina," kata Khairy, seperti dikutip The Straits Times, Sabtu (24/9).

"Kami akan mempertahankan aturan karantina ini, hingga akhir tahun. Sampai UU 342 tidak lagi diberlakukan," imbuhnya.

Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988 (UU 342) menjamin, pemerintah dapat memberlakukan penguncian dan peraturan yang serupa dengan perintah pengendalian Covid-19.

Individu yang melakukan pelanggaran, dapat dikenai denda hingga 1.000 Ringgit Malaysia atau Rp3,3 juta. Atau hukuman penjara hingga enam bulan.

Ketika ditanya tentang pekerja yang berbohong, dengan mengaku positif Covid-19, supaya bisa bolos kerja, Khairy mengatakan, itu bukanlah masalah besar di Malaysia.

"Saya belum mendengar, bahwa ini adalah kekhawatiran di kalangan pengusaha di Malaysia. Mungkin saja, itu hanya ada insiden yang terisolasi," katanya.

Khairy menjelaskan, setelah transisi ke fase endemi, Malaysia akan menyerahkan tanggung jawab kepada individu dan solidaritas masyarakat.

"Jujur atau tidaknya dalam pelaporan Covid-19 adalah masalah integritas," ucap Khairy.

Jumat (23/9/2022), Khairy mengatakan, Malaysia dapat mengakhiri transisi menuju endemi Covid-19 pada akhir tahun.

Di samping memperkenalkan program vaksinasi tahunan sukarela.

Baca Juga: Waduh! Berniat Usulkan Ganjar, Politikus PDIP Ini Minta PAN Berhati-hati

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: