Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dalam Hal Daya Saing, Malaysia Kalah dari Indonesia, Kenapa?

Dalam Hal Daya Saing, Malaysia Kalah dari Indonesia, Kenapa? Kredit Foto: Kementan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak sawit Malaysia makin tertekan setelah Pemerintah Indonesia memperpanjang bebas bea ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) hingga Oktober 2022. Stok minyak sawit Malaysia melebihi 2 juta ton untuk pertama kalinya dalam dua tahun.

Kondisi ini menambah tekanan lebih lanjut pada harga CPO yang telah jatuh dari puncaknya pada bulan April tahun ini. Persediaan minyak sawit di Malaysia diperkirakan akan naik setidaknya 15,8 persen pada Agustus dari bulan sebelumnya menjadi 2,05 juta ton.

Baca Juga: Periode 21 September, Harga CPO di KPBN Kembali Naik

"Perluasan stok dapat makin mengurangi harga minyak sawit yang telah anjlok lebih dari 40 persen sejak Mei. Karena produsen utama dunia, Indonesia menerapkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan pengiriman, termasuk pembebasan bea ekspor yang telah diperpanjang hingga akhir Oktober," kata Analis Avtar Sandu dari Phillip Nova Pte Ltd yang berbasis di Singapura, dilansir dari The Edge Market pada Kamis (22/9).

Sementara, David Ng dari perusahaan perdagangan derivatif Iceberg X Sdn Bhd memperkirakan harga CPO akan menetap di RM3,500 tahun ini.

"Pasar selama dua tahun terakhir telah diperdagangkan di bawah level 2 juta. Selama beberapa bulan terakhir, tingkat stok telah lebih tinggi. Jika pengumuman MPOB mengonfirmasi tingkat persediaan mendekati di atas angka 2 juta, harga akan disesuaikan. Kami memperkirakan harga sekitar RM3.500 per ton," kata Ng kepada The Edge Market.

Baca Juga: Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai di Jaringan ATM BCA

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: