Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kejamnya Jejak Digital, Berpikir Kritis Sebelum Posting di Media Sosial

Kejamnya Jejak Digital, Berpikir Kritis Sebelum Posting di Media Sosial Kredit Foto: Unsplash/S O C I A L . C U T
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menjaga jejak digital selalu bersih menjadi kewajiban setiap individu cakap digital. Kemampuan berpikir kritis diperlukan, sehingga memikirkan dampak dari setiap postingan di media sosial.

“Lebih baik sebenarnya berjaga-jaga. Kita ketika berinteraksi di ruang digital, sama dengan berinteraksi di ruang nyata. Perhatikan, pesan apa yang ingin disampaikan. Pikirkan betul dampaknya,” kata Relawan MAFINDO Wilayah Malang, Eko Widianto saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: Tingkatkan Toleransi Terhadap Multikultural dalam Berinteraksi di Media Sosial

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Setiap individu, menurut dia, bisa meminta pengelola platform media sosial untuk menghapus secara permanen jejak digital. Twitter misalnya, menyediakan proses penghapusan selama tiga bulan. Langkah ini biasa diambil ketika ada permintaan karena pengguna akun meninggal.

Sebagai mahluk sosial, setiap orang tidak mungkin lepas dari berinteraksi dengan sesama baik di dunia nyata dan digital. Karena itu, Eko melanjutkan, berkomunikasilah tanpa melukai siapa pun.

“Lebih baik mencegah dengan kita jangan mengunggah sesuatu yang berdampak negatif,” kata Eko.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Relawan MAFINDO Wilayah Malang, Eko Widianto. Kemudian Kepala Bidang Pelatihan Masyarakat, RTIK Kab Blitar, Wahyu Dwi Prastyo, serta mengundang Humas Parfi '56 dan Praktisi Literasi Digital, Ari B. Wibowo ST.

Baca Juga: Hati-hati, Kekerasan Seksual Bisa Menyerang di Media Sosial

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Baca Juga: OJK Bakal Evaluasi Semua Produk Saving Plan di Industri Asuransi

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: