Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Referendum 4 Wilayah Ukraina, Pemerintah Zelensky Ancam Beri Hukuman 5 Tahun Penjara

Referendum 4 Wilayah Ukraina, Pemerintah Zelensky Ancam Beri Hukuman 5 Tahun Penjara Kredit Foto: Reuters/Ukrainian Presidential Press Service
Warta Ekonomi, Kiev, Ukraina -

Penduduk wilayah Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia diancam pemerintah Ukraina akan mendapat hukuman lima tahun penjara jika terlibat referendum Rusia.

Dalam wawancara dengan surat kabar Swiss, Blick, penasihat presiden Ukraina, Mikhailo Podolyak mengatakan, pemerintah telah mengantongi daftar nama orang-orang yang terlibat dalam referendum.

Baca Juga: Dari Pintu ke Pintu, Suara-suara Rakyat untuk Referendum Wilayah Ukraina Berjalan

"Kita berbicara tentang ratusan kolaborator. Mereka akan dituntut karena makar. Mereka menghadapi hukuman penjara setidaknya lima tahun," kata Podolyak.

Podolyak mengatakan, warga Ukraina yang dipaksa memilih tidak akan dihukum. Pejabat Ukraina melaporkan, kotak suara dibawa dari pintu ke pintu dan penduduk dipaksa untuk memilih di depan petugas keamanan yang didukung Rusia.

Moskow berharap dapat mencaplok Provinsi Kherson, Luhansk, Donetsk dan Zaporizhzhia, di timur dan selatan Ukraina. Pemungutan suara untuk referendum di empat wilayah itu telah memasuki hari terakhir. 

Pemungutan suara dimulai pada Jumat (23/9/2022) dan akan berakhir pada Selasa (27/9/2022). Parlemen Rusia mungkin menyetujui pencaplokan dalam beberapa hari. Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, Presiden Vladimir Putin kemungkinan akan mengumumkan aksesi wilayah yang diduduki Ukraina ke Federasi Rusia dalam pidatonya di parlemen pada 30 September. 

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan, wilayah Donetsk di timur tetap menjadi prioritas strategis utama negaranya.

Pasukan Ukraina terus melakukan kampanye untuk menyerang empat jembatan dan penyeberangan sungai lainnya, sebagai upaya untuk mengganggu jalur pasokan ke pasukan Rusia di selatan.

Komando selatan Angkatan Bersenjata Ukraina pada Selasa mengatakan, serangan balasannya di Kherson telah mengakibatkan kerugian di pihak musuh.

Sementara itu di Rusia, pemanggilan sekitar 300.000 tentara cadangan telah menyebabkan protes berkelanjutan. Salah satu kelompok pemantau memperkirakan setidaknya 2.000 orang telah ditangkap.

Baca Juga: PAN Jateng Dukung Pencapresan Ganjar Pranowo, Pengamat: Bisa Dapat Tiket Capres KIB

Baca Juga: Lihat Anies Pakai Private Jet, Ferdinand Hutahean: Dia Salah Satu Oligarki Migas?

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: