Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ingat Rendahnya Elektabilitas, PPP Harus Cermat Putar Otak, Anies Baswedan Bisa Jadi Juru Selamat

Ingat Rendahnya Elektabilitas, PPP Harus Cermat Putar Otak, Anies Baswedan Bisa Jadi Juru Selamat Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga menyoroti dukungan yang diberikan kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden dari  Dewan Pimpinan Cabang  (DPC) PPP se-Jakarta.

Hal ini menurutnya adalah angin segar serta suara akar rumput yang harus didengar oleh partai yang berlambang ka'bah tersebut.

Baca Juga: Anies Baswedan Curhat, Kenang Masalah Gunungan Sampah Saat Gantikan Ahok: Ketika Saya Mulai Kerja...

"Aspirasi seperti itu sebenarnya sangat kuat di berbagai daerah lain. Karena itu, para DPC dan DPD PPP seyogyanya berani menyampaikan hal itu apa adanya kepada DPP PPP," kata Jamiluddin kepada wartawan, Selasa (27/9).

Hal itu diperlukan agar DPP PPP mendapat informasi yang valid mengenai keinginan akar rumput mengusulkan Anies menjadi capres dari partainya. Dengan begitu, DPP PPP cukup informasi untuk memutuskan kelayakan.Anies menjadi capres.

"DPP PPP memang perlu mencermati hal itu sungguh-sungguh mengingat saat ini elektabilitas partainya sangat rendah. Bahkan PPP diprediksi tidak akan masuk Senayan pada Pileg 2024," ujarnya.

Dia menilai, untuk mengerek elektoral PPP, DPP PPP harus cermat memilih capres yang akan diusung. Salah satunya, dengan mendengarkan suara akar rumput yang disampaikan kadernya di bawah.

Baca Juga: Kurang Modal, Nasib Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Tak Baik, Terancam Tak Bisa Ikuti Pilpres 2024

"Kalau memang di akar rumput yang muncul nama Anies, maka sebagai partai yang aspiratif seyogyanya mengusung Anies. Dengan pilihan itu elektoral PPP berpeluang terkerek sehingga nantinya tetap bertahan di Senayan," ungkapnya.

Baca Juga: Kabar Baik! Transfer di 29 Bank Ini Cuma Rp 2.500 Melalui BI-Fast

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: