Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bicarakan Kemenangan Puan Maharani di Pilpres, PDIP Semprot Andi Arief: Sangat Berlebihan

Bicarakan Kemenangan Puan Maharani di Pilpres, PDIP Semprot Andi Arief: Sangat Berlebihan Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Beredar video berdurasi 1 menit 51 detik di jejaring WhatsApp yang merekam Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD) Andi Arief sedang berbicara tentang isu perpolitikan di Indonesia. Tampak, tertulis Jiwa Demokrat di sisi atas video saat Andi Arief yang mengenakan kemeja biru sedang berbicara.

Dalam video yang beredar, Andi menyinggung tentang potensi Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menjadi capres. Menurut alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, semua pihak sebenarnya berani melawan Puan dalam kontestasi politik.

Baca Juga: Andi Arief Sebut Puan Maharani Bisa Menang Asal Tangkapi Semua Lawannya, Mazdjo Pray: Lagi Tinggi Itu!

Sebab, kata Andi Arief, semua lawan politik merasa yakin akan menang apabila berhadapan dengan Puan dalam kontestasi politik. Namun, kata dia, keberanian itu menjadi ciut ketika lawan politik mulai ditangkapi dan petinggi parpol lain diancam.

"Kalau PDIP menawarkan Puan Maharani, hanya satu yang membuat Puan Maharani menang, semua ditangkapi saja," ujar Andi Arief.

Pernyataan tersebut langsung dikritik Ketua DPP PDIP, Said Abdullah. "Itu menurut hemat saya sangat berlebihan," kata Said ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9).

Ketua Banggar DPR RI itu menyarankan Andi Arief bisa mengungkap hal rasional ketika berpolitik dan bukan melontarkan tudingan. "Dia seharusnya lebih rasional memandang konstelasi politik nasional," ucap Said.

Baca Juga: Sejak Kapan Stigma Buruk Tentang Kekuatan Islam Berbahaya Bagi Pancasila Muncul? Rocky Gerung Beri Jawaban Tak Terduga

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: