Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Terbongkar Sudah Alasan PPP Rekomendasikan Anies Jadi Capres: Kalau Bukan Anies, Pemilih PPP Pasti Kabur!

Terbongkar Sudah Alasan PPP Rekomendasikan Anies Jadi Capres: Kalau Bukan Anies, Pemilih PPP Pasti Kabur! Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo, menduga PPP punya perhitungan matang saat merekomendasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres 2024.

“PPP pasti sadar dan punya hasil survei bahwa pemilih mereka banyak yang mendukung Anies,” ujar Kunto kepada GenPI.co, Jumat (30/9). 

Menurut Kunto, PPP bisa kehilangan banyak suara dan menjadi problematik jika tak mengindahkan permintaan pendukungnya. 

Baca Juga: Kontras Ibarat Langit dan Bumi! Anies Ikhlas Blusukan Pakai Hati, Kalau Puan Maharani.....

“Akan jadi probematik kalau PPP tidak mengusung Anies. Pemilih PPP sangat mungkin meninggalkan partai tersebut,” tuturnya.

Dirinya juga menduga deklarasi rekomendasi Anies sebagai capres sedikit banyak dipengaruhi oleh lengsernya mantan Ketum PPP, Suharso Monoarfa.

“Sangat ada. Karena baru sekarang ada mukercab itu diadakan, di jaman Suharso enggak ada,” kata dia.

Akan tetapi, menurutnya, alasan utama PPP merekomendasikan Anies, yakni keyakinan akan kalah jika tidak mengusung mantan menteri pendidikan tersebut.

“Mereka paham akan kalah di pileg kalau tidak mengusung Anies,” ucapnya.

Kunto juga menyoroti nasib Kolaisi Indonesia Bersatu. Sbeperti diketahui, kolalisi tersebut digagas tiga parpol, yakni Partai Golkar, PAN, dan PPP.

“Menurut saya KIB juga belum punya capres cawapres hingga sekarang. Itu kan koalisi yang sangat dipaksanakan. Sangat mungkin bubar di tengah jalan,” ujar Kunto.

Baca Juga: BRI Siap Eksekusi Saham Rights Issue Bank Raya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: