Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

MTI Sebut Ojol Bisnis Gagal, Grab Indonesia Buka Suara

MTI Sebut Ojol Bisnis Gagal, Grab Indonesia Buka Suara Kredit Foto: Reuters/Edgar Su
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Bidang Avokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai angkutan daring atau ojek online (ojol) telah gagal sebagai bisnis transportasi.

Pernyataan Djoko Setijowano ini merujuk pada sebab terkait dengan kesejahteraan pengemudi, di mana mereka seringkali mengeluh dan melakukan demo dengan berbagai alasan yang melatarbelakangi, mulai dari permasalahan finansial seperti ketidakpastian pendapatan, tidak adanya hari libur, hingga tidak ada jaminan kesehatan.

Grab Indonesia sebagai salah satu superapp penyedia layanan ride hailing di Indonesia pun turut memberikan pandangannya terhadap hal ini. Kepada Warta Ekonomi pada Kamis (13/10/2022), Tirza Munusamy selaku Director of Central Public Affairs dari Grab Indonesia menyampaikan bahwa fokus Grab Indonesia adalah menjadi platform yang menawarkan peluang penghasilan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Mastercard dan Grab Berkolaborasi Luncurkan Program untuk Bantu Wirausaha di Indonesia

Ia menyampaikan, "kami menyediakan aplikasi yang dapat diakses secara fleksibel dan dapat disesuaikan oleh kebutuhan para mitra pengemudi dengan tetap mempertimbangkan adanya keseimbangan antara permintaan pasar dan jumlah mitra pengemudi guna menjaga kesinabungan pendapatan."

Secara konsisten, Grab juga memantau perkembangan pendapatan mitra dan permintaan penumpang sebagai salah satu indikator keseimbangan penawaran dan pemintaan (supply dan demand).

"Perlu kami tekankan bahwa mitra pengemudi merupakan salah satu pemangku kepentingan utama dalam ekosistem industri transportasi online (ride-hailing), dan Grab berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan para mitra pengemudi dalam jangka panjang," tambah Tirza.

Ia turut menjelaskan bahwa transportasi online memiliki prinsip, model bisnis, dan beragam aspek yang berbeda dengan transportasi umum konvensional. Dengan demikian, untuk memajukan dan memastikan keberlangsungan industri transportasi online yang menaungi jutaan mitra, maka dibutuhkan pendekatan yang tepat sasar dan sesuai dengan keseluruhan aspek di ekosistem transportasi online.

Baca Juga: Gandeng Kadin, Visa Perkuat Literasi Keuangan dan Bisnis Digital di Indonesia

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: