Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

BRIN Perkenalkan Olah Sampah Kantong Plastik dengan Teknologi Ecobrick

BRIN Perkenalkan Olah Sampah Kantong Plastik dengan Teknologi Ecobrick Kredit Foto: AZWI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penanganan sampah plastik menjadi salah satu kebutuhan utama dalam mengurangi angka timbunan sampah di masyarakat. Peneliti Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Regina Dea Tilottama memperkenalkan teknologi Ecobrick sebagai solusi dalam pemanfaatan sampah kantong plastik. 

“Teknologi Ecobrick merupakan salah satu upaya untuk mengurangi sampah dengan nilai ekonomi rendah seperti sampah plastik multilayer dan kantong plastik (kresek). Ini merupakan teknologi pengolahan sampah yang saat ini diminati oleh tidak hanya oleh pegiat lingkungan dan bank sampah, tetapi juga dari berbagai komunitas,” ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Regina menjelaskan Ecobrick merupakan upaya yang dapat dilakukan agar tidak menambah beban di TPA ataupun terbuang begitu saja di lingkungan, melalui proses yang sederhana dan bahan yang diperlukan juga mudah ditemukan di sekitar kita.

“Ecobrick dapat dirakit menjadi berbagai macam furnitur seperti kursi, meja, bangku taman, dinding bangunan, dsb serta dapay digunakan beberapa ulang beberapa ulang kali selama tidak terpapar oleh sinar matahari dan terhindar dari komponen tajam yang dapat merusaknya,” jelasnya.

Regina menyampaikan bahwa dalam lima aspek pengelolaan sampah, peran masyarakat menjadi salah satu pilar penting melalui upaya dan membiasakan diri untuk 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai gaya hidup.

“Pengelolaan bank sampah patut diapresiasi dengan para kadernya sebagai ujung tombak dalam pengelolaan sampah yang lebih baik. Dibutuhkan pendampingan, dukungan, dan kolaborasi dari seluruh stakeholder khususnya pemerintah, dinas yang berwenang maupun sektor swasta, agar semangat 3R dalam masyarakat tetap terjaga. Hal ini karena program bank sampah tidaklah cukup hanya dengan swadaya masyarakat,” ucapnya.

Pengelolaan sampah kata dia seharusnya menjadi salah satu program sanitasi yang diprioritaskan dalam manajemen suatu daerah. Menurutnya, dibutuhkan upaya dari seluruh stakeholder untuk dapat mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan untuk merealisasikan target Jakstranas yaitu pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% dari angka timbulan sampah nasional

Baca Juga: Perkuat Sektor Keuangan, Bos OJK Lantik 16 Pimpinan Satuan Kerja Baru

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Bagikan Artikel: