Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Buntut Rudal Nyasar ke Polandia, Biden Gelar Rapat Darurat Negara G7

Buntut Rudal Nyasar ke Polandia, Biden Gelar Rapat Darurat Negara G7 Kredit Foto: Antara/Media Center G20/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Warsawa, Polandia -

Hari terakhir penyelenggaraan KTT G20 terganggu dengan adanya rudal nyasar ke Polandia di tengah perang Rusia-Ukraina. Presiden AS Joe Biden pun langsung menggelar rapat.

Sebuah rudal memasuki wilayah Polandia, Selasa (15/11/2022) malam. Rudal tersebut menyebabkan ledakan di desa Przewodow yang berjarak beberapa kilometer dengan Ukraina. Dua orang tewas akibat rudal tersebut.

Baca Juga: Moskow Makin Curiga Peran Polandia-Ukraina jadi Provokator Antara Rusia dan NATO

Banyak yang menuding rudal tersebut dari Rusia. Pasalnya, pada saat yang bersamaan, Rusia sedang memborbardir Ukraina.

Mendapat kabar ada rudal menyerang Polandia, Biden pun langsung menggelar rapat darurat dengan negara G7 yang terdiri dari Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat. Pimpinan Eropa juga ikut rapat.

Dalam video yang beredar, Biden dan pimpinan G7 rapat di meja kayu oval yang besar. Ruang rapatnya sangat besar dan banyak ornamen Balinya.

Biden duduk di tengah. Di kanan kirinya ada Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau, PM Inggris Rishi Sunak, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz, PM Jepang Fumio Kishida, PM Italia Georgia Meloni, PM Spanyol Pedro Sanchez dan PM Belanda Mark Rutte. Hadir juga Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Pembicaraan mereka sangat serius dan didominasi Biden. Yang lainnya lebih banyak menyimak.

Usai melakukan pertemuan, Biden mengatakan, kemungkinan rudal yang menyerang Polandia bukan ditembakkan Rusia.

“Ada informasi awal yang membantah hal itu,” ujar Biden.

Meski begitu, Biden meminta masalah rudal yang jatuh di Polandia diselidiki. Pihaknya baru akan mengambil tindakan, usai hasil investigasi keluar.

Presiden Polandia, Andrzej Duda juga belum bisa memastikan siapa yang menembakkan rudal tersebut. Ia hanya bisa menduga-duga, karena belum memiliki bukti yang kuat.

"Untuk saat ini kami tidak memiliki bukti tegas siapa yang menembakkan rudal itu. Penyelidikan sedang berlangsung," kata Duda.

Sementara, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding, rudal tersebut ditembakkan Rusia. Dia meminta, serangan yang terjadi di Polandia segera diusut dan Rusia dikeluarkan dari G20.

"Di antara kalian ada satu negara teroris. Kami sedang berjuang melindungi negara kami dari serangannya. Itulah kenyataannya," ujar Zelensky.

Menanggapi tudingan itu, Rusia membantah. Kremlin menyebut, tuduhan terhadap Rusia sebagai tindakan provokasi dan disengaja untuk memperkeruh keadaan.

"Tidak ada serangan terhadap sasaran di dekat perbatasan negara Ukraina-Polandia yang dilakukan dengan cara Rusia," tegas Kementerian Pertahanan Rusia.

Baca Juga: Soal Utang Rp50 M, Kader PSI Skakmat Kubu Anies, Ruhut Singgung Geisz Chalifah: Si Botak Ancol Tersipu Nggak Berkutik

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: