Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kembali Isi Ceramah, Habib Rizieq: Ada Orang Jabatannya Tinggi, Tapi Kerjaannya Ngebohong Melulu, Kasih Dia Gelar 'Si Raja Bohong'!

Kembali Isi Ceramah, Habib Rizieq: Ada Orang Jabatannya Tinggi, Tapi Kerjaannya Ngebohong Melulu, Kasih Dia Gelar 'Si Raja Bohong'! Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Habib Rizieq Shihab kembali mengisi dakwah di tengah-tengah umat, dalam ceramahnya eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu menjelaskan tentang bahaya perang terminologi atau perang istilah.

Habib Rizieq menilai saat ini terjadi fenomena di mana perbuatan yang salah malah diberikan istilah yang diperhalus. Sementara, perbuatan yang baik malah diberikan cap-cap yang buruk.

"Ini namanya perang terminologi, saya minta kepada anda untuk jangan memberikan istilah-istilah yang bagus buat kejahatan.

Jadi kalau ada koruptor, kadang-kadang istilah 'koruptor' nggak bikin orang jera saat ditangkap, sudah pakai baju oranye justru senyum, nggak ada beban difoto sebagai koruptor," kata Habib Rizieq dalam video yang diunggah di Islamic Brotherhood TV.

"Kata koruptor nggak bikin mereka jera, cari kalimat yang bikin mereka jera umpamanya 'rampok uang rakyat', 'rampok negara', 'begal ekonomi'. Nah itu kalau dikasih istilah yang begitu nanti orang jera, orang malu," terangnya.

"Begitu juga soal pelacur. Iya, kewajiban kita ulama berdakwah agar mereka sadar, kita menyampaikan nasihat yang santun dan lembut agar mereka tertarik meninggalkan pekerjaan busuknya. Tapi ada momen tertentu yang tetap mereka itu harus diberikan julukan jangan yang bagus.

Kalau dikasih 'kupu-kupu malam', 'bidadari kegelapan', 'pekerja seks komersial' nanti nggak kapok, nanti mereka anggap itu pekerjaan mulia," tambahnya.

Baca Juga: Perkuat Sektor Keuangan, Bos OJK Lantik 16 Pimpinan Satuan Kerja Baru

Halaman:

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: