Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Habib Rizieq Shihab: 'Seenaknya Mereka Menjuluki Ulama-Ulama Kita sebagai Teroris, Radikalis, Pemecah Belah Bangsa'

Habib Rizieq Shihab: 'Seenaknya Mereka Menjuluki Ulama-Ulama Kita sebagai Teroris, Radikalis, Pemecah Belah Bangsa' Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Habib Rizieq Shihab kembali mengisi kegiatan dakwahnya usai bebas dari jeruji besi beberapa bulan yang lalu.

Dalam ceramahnya eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu menjelaskan tentang bahaya perang terminologi atau perang istilah.

Habib Rizieq menilai saat ini terjadi fenomena di mana perbuatan yang salah malah diberikan istilah yang diperhalus. Sementara, perbuatan yang baik malah diberikan cap-cap yang buruk.

Seperti yang terjadi kepada para ulama, ustadz dan habib yang melakukan pekerjaan yang mulia justru mendapatkan cap atau istilah yang jelek dari orang-orang jahat.

"Ini namanya perang terminologi, saya minta kepada anda untuk jangan memberikan istilah-istilah yang bagus buat kejahatan. Jadi kalau ada koruptor, kadang-kadang istilah 'koruptor' nggak bikin orang jera saat ditangkap, sudah pakai baju oranye justru senyum, nggak ada beban difoto sebagai koruptor," kata Habib Rizieq dalam video yang diunggah di Islamic Brotherhood TV.

"Kata koruptor nggak bikin mereka jera, cari kalimat yang bikin mereka jera umpamanya 'rampok uang rakyat', 'rampok negara', 'begal ekonomi'. Nah itu kalau dikasih istilah yang begitu nanti orang jera, orang malu," terangnya.

Baca Juga: Bank Mandiri Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh Hingga 12% pada 2023

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: