Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Wamenkeu Ungkap Optimis dan Waspada Merupakan Kunci Agar Indonesia Dapat Bertahan di 2023

Wamenkeu Ungkap Optimis dan Waspada Merupakan Kunci Agar Indonesia Dapat Bertahan di 2023 Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

International Monetary Fund (IMF) memprediksi ekonomi global di tahun 2023 akan mengalami penurunan dari 6% di tahun 2021, menjadi 2,7% pada tahun 2023 mendatang. Hal itu mengakibatkan adanya ancaman resesi di sejumlah negara.   

Berbagai faktor dinilai telah menyebabkan hal ini, seperti Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan di beberapa negara, serta konflik bersenjata antara Rusia dengan Ukraina di belahan timur Eropa.   

Menanggapi tantangan tersebut, Wakil Menteri Keuangan RI (Wamenkeu), Suahasil Nazara  menjelaskan pemulihan ekonomi di Indonesia sudah mulai berjalan. Hal ini, kata Suahasil, dilihat dari mobilitas masyarakat yang memicu perputaran roda perekonomian Indonesia.

"Jadi supaya kegiatan ekonominya bergerak, income bergerak, masyarakat mobilitasnya naik terus. Nah, tapi kita harus sadar, bahwa namanya virus ini, ya ada terus di luar, kan kita ga mau, penularan itu harus kita bisa redam, kita tekan terus,” ujar Suahasil di acara Pangudi Luhur Alumni Club: Economic Outlook 2023, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Hadapi Tekanan Ekonomi Global, Indonesia Cukup Jaga Perekonomian Domestik

Suahasil menilai kegiatan perekonomian di Indonesia bisa bertahan dengan baik jika protokol kesehatan terjaga. Pasalnya saat ini kegiatan keramaian yang bisa mendorong perputaran perekonomian bisa berjalan.

Ia memaparkan bahwa daya beli Indonesia saat ini masih terjaga di tengah ancaman inflasi. Karena, Suahasil menilai saat ini masih banyak kegiatan didatangi masyarakat yang dengan itu menimbulkan kegiatan ekonomi.

"Karena (pemerintah-red) menjaga. Inflasi ada tapi masyarakat masih punya daya beli karena pemerintah menjaga," ungkap Suahasil.  

Suahasil melihat, perekonomian Indonesia sudah berjalan ke arah yang positif. Hal itu dapat dilihat dari kedigdayaan perekonomian Indonesia, dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia di Q3 tahun 2022 ini, berhasil mengalami peningkatan hingga 5,7%.

Namun, Suahasil juga mengingatkan, agar masyarakat tetap waspada terhadap inflasi. Oleh sebab itu ia pun menilai, optimisme masyarakat serta kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi tantangan global, merupakan kunci untuk Indonesia, agar dapat bertahan di tengah ketidakpastian global.  

“Nah ini yang kita sudah lihat di 2022, pertumbuhan ekonominya meningkat 5,7%, tapi kita juga lihat inflasinya meningkat. Apa yang bisa dilakukan masyarakat? Optimis, karena kegiatan ekonomi kita bergulir terus, tapi disisi yang sama, kita harus waspada. Waspada dengan COVID-nya pasti, waspada dengan kegiatan-kegiatan ekonomi yang kita jalankan. Optimis dan waspada, itu saja," kata Suahasil.

Baca Juga: Indonesia Jaga Perekonomian Tetap Kondusif Pasca G20

Senada dengan komentar Wamenkeu perihal optimisme dan kewaspadaan di tengah ketidakpastian ekonomi, Gusti Kahari, Head of Public Policy and Stakeholder Engagement Pluang, yang merupakan alumni Pangudi Luhur angkatan 2001 ini pun mengutarakan bahwa pemulihan ekonomi bisa didorong dengan berkolaborasi dalam peningkatan program literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

“Pembatasan sosial di masa pandemi dan krisis ekonomi yang dialami mendorong masyarakat berusaha mencari alternatif pendapatan pasif dan meningkatkan kapasitas pengetahuan keuangannya. Pluang sebagai platform investasi multi-aset tentunya terus berkomitmen menjadi kanal penyedia konten edukasi keuangan guna memperluas cakupan literasi dan inklusi keuangan, yang harapannya dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.”

Sebagai informasi, Pluang juga turut mendukung acara Pangudi Luhur Alumni Club: Economic Outlook 2023 (26/11) sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap program literasi keuangan bagi jajaran alumni SMA Pangudi Luhur.  

Baca Juga: Soal Normalisasi Kali Ciliwung Mangkrak Era Anies Baswedan, Ternyata Alasannya Karena Ada yang Tidak Setuju

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel:

WE Academy

Aspek Hukum Perkreditan & Administrasi Kredit

Aspek Hukum Perkreditan & Administrasi Kredit

Lihat Semua