Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bakti Lingkungan Djarum Foundation Ajak Masyarakat Pahami Bibit Berkualitas

Bakti Lingkungan Djarum Foundation Ajak Masyarakat Pahami Bibit Berkualitas Kredit Foto: Djarum Foundation
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menyambut Hari Menanam Pohon Indonesia yang jatuh pada 28 November, Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) mengadakan kegiatan kunjungan, dialog, dan lokakarya bersama pegiat lingkungan dan media ke Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) BLDF di Kudus.

Kegiatan ini berfokus pada proses perawatan dan pemilihan beragam jenis bibit tanaman, serta praktik penanaman pohon sebagai bentuk aksi nyata dalam upaya pengendalian iklim. Vice President Director Djarum Foundation F.X. Supanji menjelaskan, setiap tahunnya, BLDF melalui program Djarum Trees for Life (DTFL) konsisten melakukan kegiatan pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan mangrove bersama masyarakat, utamanya generasi muda.

Baca Juga: Djarum Foundation Dorong Penyerapan 40 Juta Ton CO2 dalam Program Penanaman Pohon

"Rata-rata, setiap tahunnya DTFL menanam 60.000 aneka ragam bibit tanaman di berbagai lokasi di Indonesia. Bibit-bibit tanaman ini diproses dan disemai di PPT, yang hingga hari ini kami sudah mengoleksi 360 jenis bibit tanaman, termasuk di antaranya 22 jenis tanaman langka," jelas F.X. Supanji dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Bibit-bibit tanaman yang disemai di PPT milik BLDF ini juga dapat diakses oleh masyarakat. Secara rutin, BLDF membagikan bibit gratis ke masyarakat, sejalan dengan program pembagian bibit yang juga digalakkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Untuk memastikan bibit yang disemai dapat tumbuh dengan baik, serta mengembangkan teknik perawatan tanaman dengan hasil paling efektif, PPT Kudus bekerja sama dengan peneliti dan akademisi.

Turut hadir dalam kunjungan ke PPT BLDF, dialog, serta lokakarya ini adalah Ketua Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia serta Dosen Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Dr. Ir. Mahawan Karuniasa.

"Pemahaman masyarakat mengenai jenis-jenis pohon yang dapat menyerap banyak emisi dan sesuai kondisi ekosistem setempat seperti mangrove dan trembesi, harus tetap disebarluaskan, sehingga tidak hanya banyaknya aksi penanaman pohon saja yang diperlukan, tetapi memahami bibit berkualitas dan proses pemeliharaannya juga merupakan hal yang penting dalam upaya penanganan dampak perubahan iklim," ujar Karuniasa.

Baca Juga: OJK dan LPS Atur Kriteria Peserta Asuransi yang bisa Masuk Penjaminan Polis

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: