Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Peringatan HBT ke-72, Gus Menteri Halim : Transmigrasi Tidak Bisa Dilepaskan dari Spiritualitas

Peringatan HBT ke-72, Gus Menteri Halim : Transmigrasi Tidak Bisa Dilepaskan dari Spiritualitas Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) menyatakan Program Transmigrasi tidak bisa dilepaskan dari spiritualitas.

Penguatan sisi spiritualitas ini akan memastikan jika Program Transmigrasi benar memberikan peluang kehidupan lebih baik bagi pesertanya. 

Hal itu disampaikan Gus Halim saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-72 yang digelar di lingkungan Kantor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

HBT ke-72 diisi beragam kegiatan termasuk Istighotsah Kubro dan pengalangan dana bantuan untuk korban gempa di Cianjur.

"Saya tentu bersyukur kegiatan ini HBT 2022 ini diisi dengan berbagai kegiatan positif termasuk pengajian dan Istighotsah kubro. Saya berharap bahwa kegiatan ini menguatkan kita sebagai bangsa yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi bencana dan musibah,” ujar Gus Halim saat menyampaikan sambutan.

Ribuan pegawai tampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan Istighotsah Kubro yang digelar di Masjid Al-Muhajirin, tersebut.

Kegiatan ini diikuti seluruh jajaran mulai dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (Gus Halim), Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid hingga pejabat utama lainnya. Istighotsah Kubro ini juga dihadiri KH Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Kediri.

Gus Halim mengatakan kegiatan-kegiatan bernuansa spiritual di lingkungan Kemendes PDTT ini harus diperkuat.

Menurutnya berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan Kemendes akan menguatkan sisi mental spiritual para pegawai dalam melaksanakan berbagai program percepatan pembangunan di Kawasan Transmigrasi.

"Momentum hari ini nantinya ditindaklanjuti dengan kegiatan yang lebih terstruktur terkait Mengaji di Kemendes yang sebenarnya sudah berjalan baik tinggal ditingkatkan saja,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Gus Halim memberikan apresiasi khusus terhadap kiprah dari Gus Kaustar sebagai sosok kiai muda yang tidak meninggalkan identitas kulturalnya. Padahal Gus Kaustar dikenal sebagai orang alim dengan jaringan dan pergaulan yang sangat luas.

"Yaitu meskipun Beliau (Gus Kautsar) pergaulan dan jaringannya luas, tapi tetap tidak pernah tinggalkan karakteristik orang Pesantren yang selalu gunakan sarung. Secara personal beliau ini prototipe dari SDGS Desa ke-18 yakni Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif," ujarnya.

Baca Juga: BRI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Manado

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: