Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kelar Ngobrol Bareng Biden, Macron Buka-bukaan Soal Makin Kendornya Perlindung NATO

Kelar Ngobrol Bareng Biden, Macron Buka-bukaan Soal Makin Kendornya Perlindung NATO Kredit Foto: Reuters/Ludovic Marin
Warta Ekonomi, Paris -

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kepada TV nasional pada Sabtu (3/12/2022) bahwa NATO harus menyiapkan jaminan akhir untuk keamanan Rusia setelah penyelesaian konflik di Ukraina.

Seperti dilansir RT, Macron adalah pemimpin kedua negara UE minggu ini yang secara terbuka membahas hubungan masa depan Barat dengan Rusia.

Baca Juga: Pesan Sekjen NATO buat Negara-negara Barat: Mohon Jangan Remehkan Rusia

Dalam sebuah wawancara dengan jaringan TF1 dan LCI Prancis, Macron menggambarkan pertemuannya dengan Presiden AS Joe Biden minggu ini sebagai "kesuksesan".

Ia menambahkan bahwa kedua pemimpin telah mulai membahas seperti apa "perdamaian" setelah konflik di Ukraina nantinya.

Macron mengakui kekhawatiran Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa “NATO akan mengerahkan senjata yang akan mengancam Rusia."

Presiden Prancis itu juga mengatakan bahwa anggota aliansi pimpinan AS “perlu bersiap” untuk menawarkan “jaminan keamanan Federasi Rusia” ketika Moskow bergabung dengan Kiev dan Barat di meja perundingan.

Namun, sementara Macron mengatakan bahwa NATO kemungkinan akan menjadi “salah satu subjek perdamaian,” dia terjebak dengan mantra aliansi bahwa Ukraina sendiri yang akan memutuskan kapan akan memasuki kembali negosiasi dengan Rusia, dan berjanji untuk “melakukan yang maksimal” untuk mendukung Kiev.

Ukraina tiba-tiba menarik diri dari pembicaraan dengan Rusia pada bulan April. Presiden Ukraina Vladimir Zelensky sejak itu melarang negosiasi dengan Putin dan menyatakan niatnya untuk merebut wilayah Krimea Rusia.

Baca Juga: Meriahkan Bulan Bahasa Bali V, Desa Dangin Puri Kangin Gelar Berbagai Lomba

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: