Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tanpa Fafifu, Iran Eksekusi Mati 4 Orang yang Dikira Mata-Mata Israel

Tanpa Fafifu, Iran Eksekusi Mati 4 Orang yang Dikira Mata-Mata Israel Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
Warta Ekonomi, Teheran -

Pihak berwenang Iran pada Minggu (4/12/2022) mengeksekusi empat orang yang dituduh bekerja untuk badan intelijen Israel Mossad, kata kantor berita pemerintah IRNA. Tiga lainnya menerima hukuman penjara yang panjang.

IRNA mengatakan Pengawal Revolusi (IRGC) yang kuat di negara itu mengumumkan penangkapan jaringan orang-orang yang terkait dengan agen Israel. Dikatakan para anggota memiliki catatan kriminal sebelumnya dan mencoba mengganggu keamanan negara.

Baca Juga: Jaksa Agung Bilang Polisi Moral Dibubarkan, Jurnalis Iran: Pernyataan yang Cuma Memuaskan Rakyat

Israel dan Iran adalah musuh bebuyutan regional dan Iran kadang-kadang mengumumkan penahanan orang-orang yang katanya menjadi mata-mata untuk negara asing, termasuk Amerika Serikat dan Israel.

Teheran tidak mengakui Israel dan mendukung kelompok bersenjata anti-Israel di seluruh wilayah, seperti Hizbullah dan Hamas.

Anggota jaringan mencuri dan menghancurkan properti pribadi dan publik serta menculik individu dan menginterogasi mereka, menurut laporan itu.

Dikatakan mata-mata yang diduga memiliki senjata dan menerima upah dari Mossad dalam bentuk cryptocurrency. Pihak berwenang Iran tidak memberikan bukti atas dugaan kejahatan tersebut.

IRNA mengidentifikasi para tahanan yang dieksekusi sebagai Hossein Ordoukhanzadeh, Shahin Imani Mahmoudabadi, Milad Ashrafi dan Manouchehr Shahbandi.

Tiga anggota kelompok lainnya menerima hukuman lima hingga 10 tahun penjara, menurut kantor berita itu, tetapi mereka tidak diidentifikasi. Mereka ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada bulan Juni atas tuduhan “kerja sama intelijen dengan Israel.”

Pengadilan Revolusi Iran secara teratur menjatuhkan hukuman mati, meskipun masih belum jelas pengadilan mana yang mendakwa keempat pria tersebut pada bulan Juni.

Pengadilan Revolusi didirikan setelah Revolusi Islam 1979 dan dikenal karena menjatuhkan hukuman keras kepada mereka yang menentang penguasa ulama Iran.

Menurut Amnesti Internasional, Iran mengeksekusi setidaknya 314 orang pada tahun 2021, lebih dari setengah total eksekusi negara yang tercatat di Timur Tengah tahun itu.

Baca Juga: Kenapa Kebiasaan Bersih-Bersih Rumah Dapat Meredakan Stres?

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: