Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Strategi Amerika di Australia Dibeber Pentagon, China Bisa Apa?

Strategi Amerika di Australia Dibeber Pentagon, China Bisa Apa? Kredit Foto: Reuters/Yves Herman
Warta Ekonomi, Washington -

Amerika Serikat akan meningkatkan kehadiran rotasi pasukan darat, laut, dan udara di Australia. Washington pun bakal mengerahkan pesawat pengebom dan jet tempur ke Negeri Kanguru. Langkah itu diambil di tengah kekhawatiran AS tentang potensi ancaman China di kawasan.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengungkapkan, negaranya dan Australia setuju untuk mengundang Jepang bergabung dalam inisiatif postur kekuatan di Negeri Kanguru.

Baca Juga: Kalau Benjamin Netanyahu Jadi PM Israel Lagi, Yahudi Amerika Khawatir karena...

“AS dan Australia berbagi visi tentang kawasan di mana negara-negara dapat menentukan masa depan mereka sendiri,” kata Austin dalam konferensi pers seusai menghadiri The Australia-United States Ministerial Consultation, Selasa (6/12/2022).

Namun Austin menilai, visi yang disinggungnya kini mendapat tantangan dari China.

“Tindakan berbahaya dan koersif China di seluruh Indo-Pasifik, termasuk di sekitar Taiwan, dan terhadap negara-negara Kepulauan Pasifik serta di Laut China Timur dan Selatan, mengancam perdamaian serta stabilitas kawasan,” ujarnya.

Dia tak mengungkap kapan akan ada peningkatan rotasi pasukan di Australia. Austin pun belum menyinggung berapa banyak pasukan, kapal perang, dan pesawat tempur yang bakal dilibatkan dalam inisiatif postur keamanan tersebut.

Sementara itu Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan, perjanjian yang dijalin negaranya dengan AS akan menghasilkan peningkatan aktivitas antara kedua negara di semua domain, termasuk dalam hal kerja sama postur keamanan.

“Sangat penting kami melakukan ini dari sudut pandang memberikan keseimbangan di kawasan kami dan melibatkan negara lain di kawasan kami,” ucapnya.

Dia pun menyampaikan, AS dan Australia telah mengambil langkah-langkah untuk menciptakan basis industri pertahanan yang lebih mulus.

Menurut Marles, Australia dan AS mereka juga perlu bekerja sama lebih erat guna meningkatkan kemampuan militer mereka dan mengembangkan teknologi baru.

Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Lampaui Deposito, Bank Makin Bersaing Raih DPK untuk Jaga Likuiditas

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: