Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Korea Selatan Bilang Kim Jong Un Pimpin Rapat Besar, Corong Korea Utara Singgung 'Makanan' dari Imperialis

Korea Selatan Bilang Kim Jong Un Pimpin Rapat Besar, Corong Korea Utara Singgung 'Makanan' dari Imperialis Kredit Foto: Reuters/KCNA
Warta Ekonomi, Seoul -

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menggelar pertemuan dengan para pejabat Partai Buruh yang berkuasa untuk membahas peningkatan ekonomi negara dan sektor pertanian.

Media pemerintah KCNA pada Senin (27/2023) melaporkan, Kim mengawasi rapat pleno ketujuh Komite Sentral ke-8 Partai Buruh Korea pada Minggu (26/2/2023) saat meninjau proyek pembangunan pedesaan.

Baca Juga: Dicap Musuh Korea Selatan, Rezim Kim Jong Un Malah Gandakan Unjuk Kekuatannya

"Pada tugas yang sangat penting dan mendesak untuk menetapkan strategi yang tepat untuk pengembangan pertanian," lapor KCNA.

Korea Selatan sebelumnya melaporkan bahwa, situasi pangan Korea Utara tampaknya telah memburuk. Para pejabat di Seoul menyatakan, pertemuan rapat pleno itu sebagai pengakuan de facto atas kekurangan pangan yang serius.  

Januari lalu, program 38 North yang berbasis di AS dan memantau Korea Utara, menyatakan, ketersediaan pangan kemungkinan telah turun di bawah batas minimum sehubungan dengan kebutuhan manusia yang meningkat. 

Korea Utara berada di bawah sanksi internasional yang ketat atas program senjata nuklir dan rudal balistiknya. Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara menutup perbatasannya karena kebijakan penguncian Covid-19. Langkah ini telah membatasi perdagangan negara tersebut.

Korea Utara telah menderita kekurangan pangan dalam beberapa tahun terakhir. Negara yang terisolasi ini juga menghadapi krisi akibat banjir dan topan, serta sanksi internasional yang ditujukan untuk mengekang program nuklir dan misilnya.

Pyongyang juga menghadapi pemotongan tajam dalam perdagangan dengan Cina karena penutupan perbatasan dan penguncian Covid-19. Sebagian besar badan PBB dan kelompok bantuan Barat telah meninggalkan Korea Utara, dan Cina tetap menjadi salah satu dari sedikit sumber bantuan pangan eksternal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: