Lain Dulu Lain Sekarang: Perbedaan Sikap Anies Soal Mobil Listrik saat Jabat Gubernur DKI Vs Capres 2024
Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Kritikan Anies Baswedan soal subsidi mobil listrik yang diberikan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) masih hangat jadi perbincangan publik. Pasalnya, sikap berbeda tampak ditujukan capres Koalisi Perubahan itu saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Jejak digitalnya pun tak sulit ditemukan. Potongan video hingga yang lengkap seliweran di media sosial. Salah satunya, saat ia membahas kendaraan umum berbasis listrik.
Eks Menteri Pendidikan itu menyebut akan menjadi pengalaman baru masyarakat jika menaiki bus listrik. Berbeda dengan bus Bahan Bakar Minyak (BBM), Anies dengan yakin mengatakan kendaraan listrik lebih sedikit menyumbang polusi.
"Maka Anda tahu bahwa kendaraan ini tidak menyumbang polusi udara," tutur Anies, dikutip dari video yang diunggah Instagram @antilhilaf, Senin (15/5/2023).
"Kendaraan ini memberikan pengalaman baru dan kita mendorong nantinya lebih banyak lagi kendaraan-kendaraan listrik untuk kendaraan umum kita,” sambung Anies.
Di sisi lain, hal berbeda disampaikan Anies saat ia lengser sebagai gubernur. Dalam pidato politiknya sebagai bakal calon presiden, Anies mengkritik subsidi mobil listrik. Hal itu disampaikan saat deklarasi relawan Amanat Indonesia (ANIES) di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta pada Minggu (7/5/2023) lalu.
Capres yang diusung Partai NasDem, PKS, dan Demokrat itu mengatakan, subaidi yang dilakukan pemerintah tidak tepat. Tidak menyasar orang yang membutuhkan subsidi.
"Soal polusi udara, bukanlah terletak dalam subsidi untuk mobil listrik yang pemilik-pemilik mobil listriknya adalah mereka yang tidak membutuhkan subsidi," ujarnya.
Terlebih, menurutnya, kendaraan listrik yang disebut rendah emisi karbon juga tak begitu efektif, dibanding bus BBM.
"Kalau kita hitung, apalagi ini contoh, ketika kita sampai pada mobil listrik emisi karbon mobil listrik per kapita per kilometer. Sesungguhnya lebih tinggi dari emisi karbon bus berbahan bakar minyak," paparnya.
"Kenapa itu bisa terjadi karena bis memuat orang banyak sementara mobil memuat orang sedikit," tandas Anies.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Puri Mei Setyaningrum
Tag Terkait: