Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tahun 2050 Jumlah Sampah Plastik Akan Lebih Banyak dari Jumlah Ikan di Laut, Indonesia Darurat Sampah Plastik!

Tahun 2050 Jumlah Sampah Plastik Akan Lebih Banyak dari Jumlah Ikan di Laut, Indonesia Darurat Sampah Plastik! Kredit Foto: Unsplash/Piranka.
Warta Ekonomi, Jakarta -

Permasalahan sampah plastik masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia dan masyarakat dunia. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah sampah nasional pada tahun 2022 mencapai 68,5 juta ton. Sebanyak 11,6 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik.

Tak berlebihan jika menyebut Indonesia darurat sampah plastik. Pasalnya, sampah plastik menjadi jenis sampah terbesar kedua setelah sampah sisa makanan. Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional KLHK, mayoritas sampah Indonesia berupa sisa makanan, yakni mencapai 41,55%. 

Baca Juga: Ketika Sampah Plastik dari Indonesia Terdampar hingga ke Afrika, Duh Miris!

Penyumbang sampah terbesar berikutnya adalah sampah plastik berkontribusi sebesar 18,55%. Lalu diikuti sampah ranting sebesar 13,27%; karton 11,04%; logam 2,86%; pakaian 2,54%; kaca 1,96%; karet 1,68%; dan lainnya 6,55%.

Dirjen Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Berbahaya, Rosa Vivien, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi pengeloaan sampah di Indonesia, termasuk melalui gerakan nasional peningkatan kesadaran para pemangku kepentingan. Selain itu, strategi yang dilakukan juga berkaitan dengan pengeloaan sampah laut yang bersumber dari darat.

"Kalau kita bicara sampah laut, sebanyak 80% itu adalah sampah darat," pungkasnya dalam wawancara yang disimak melalui YouTube KompasTV Jawa Timur "Ancaman Polusi Plastik, Bagaimana Menekan Laju Penyebarannya?" pada Senin, 19 Juni 2023.

Jika tidak segera dilakukan penanganan yang tepat, permasalahan sampah plastik di laut dinilai akan berdampak kepada ekosistem laut. Peneliti BRIN, Reza Cordova, mengatakan bahwa Cemaran mikroplastik di laut dan sungai yang termakan manusia juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Dampak lainnya, bukan tidak mungkin bahwa sejumlah anggota vertebrata polikromatik akan berkurang pada masa mendatang.

Baca Juga: KLHK Ingatkan Sampah di Industri Pariwisata Perlu Penanganan Serius

"Ke depannya sudah diestimasi bahwa tahun 2050 ada prediksi jumlah ikan akan kalah daripada jumlah plastik, tiga (sampah plastik) berbanding satu (ikan)," lanjutnya.

Reza menambahkan, dampak polusi sampah plastik di laut juga berpotensi bahaya, terutama menyangkut soal sumber pangan yang ada di laut.

"Kalau itu terjadi betul-betul tanpa kita berbuat apa pun, sumber pangan kita akan berkurang, terutama sumber pangan yang di laut. Itu tentu saja sangat membahayakan," tegasnya lagi.

Baca Juga: Satgas Pangan Pantau Stok-Harga Sembako di Pasar Kreneng Denpasar

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: